| Jumat, 15 Desember 2006 | OLAHRAGA |
Final Piala Emas Bang Yos IVPSMS Ingin Kuasai Trofi SelamanyaJAKARTA- Sebuah perlawanan keras bakal disuguhkan PSMS Medan ketika ditantang PSIS Semarang di partai puncak turnamen Gudang Garam Piala Emas Bang Yos IV-2006 yang digelar Jumat (15/12) petang ini di Stadion Sanggraha Lebak Bulus, Jakarta. Kedua tim telah sama-sama menampilkan permainan atraktifnya saat memperjuangkan tempatnya di laga pamungkas turnamen berhadiah total Rp 750 juta itu, Rabu (13/12) lalu, Tim Goyang Semarang di semifinal sebelumnya benar-benar telah "menggoyang" jantung para pendukungnya ketika mengungguli tim Macan Putih Persik Kediri 3-2 lewat perpanjangan waktu 2x15 menit, setelah pada normal-time kedudukkan imbang 2-2. Tim Ayam Kinantan PSMS Medan yang merebut gelar juara pada dua Piala Emas Bang Yos sebelumnya, sukses mempermalukan tuan rumah Persija Jakarta 1-0 melalui pertarungan yang tak kalah dramatisnya. Paling tidak karena kemenangan PSMS baru ditentukan pada detik-detik terakhir sebelum wasit Jimmy Napitupulu meniup peluit panjang. Tak bisa terbayangkan kekecewaan, kekesalan, dan kemarahan kubu Macan Kemayoran serta belasan ribu pendukungnya akibat kekalahan dari PSMS di semifinal itu. Apalagi gol tunggal lawan justru dibuat oleh pemain yang sebelumnya memakai kostum oranye milik mereka, yakni Frank Seator. "Pertemuan antara PSMS dan PSIS selama ini selalu ramai, jadi nanti juga pasti demikian," ujar Rudi Saari. Diakui juga oleh Rudi, pengalaman dua kali bertanding di final turnamen ini secara psikologis meningkatkan motivasi para pemainnya. "Meski kami sejak awal bertekad untuk membuat piala bergilir Piala Emas Bang Yos tinggal di Medan selamanya, itu tak menjadi beban bagi para pemain," katanya. Jika PSMS juara lagi, trofi PEBY memang akan selamanya berada di Medan. Duel PSMS kontra PSIS di final akan dilangsungkan mulai pukul 15.30. Menurut rencana akan ditayangkan langsung oleh TV7. Untuk laga penentuan ini panitia turnamen memutuskan untuk menghapuskan kartu kuning yang diperoleh pemain kedua tim. Namun, tanpa pemutihan itu pun, baik PSIS maupun PSMS sama-sama dapat memainkan seluruh pemain terbaiknya. Rudi Saari mengakui PSIS merupakan salah satu musuh bebuyutan timnya, dan karena itu pertarungan final turnamen ini akan sangat ketat. Penampilan anak-anak tim Ayam Kinantan sangat disiplin dan merata di semua lini. Saat mereka mengalahkan Persija di semifinal, seluruh pemainnya sangat disiplin untuk menjaga zonanya masing-masing. Kedisiplinan permainan PSMS inilah yang membuat pertemuan kedua tim sangat menjanjikan. "Saya punya keyakinan, anak-anak yang sudah bermodalkan dua kali menghadapi situasi ini, akan mendapatkan keuntungan tersendiri," tambahnya. (wgm,H29-40) |