| Jumat, 15 Desember 2006 | OLAHRAGA |
Harus Belajar dari IrakDOHA- Merosotnya prestasi olahraga Indonesia yang tercermin dari perolehan medali dalam Asian Games XV , menurut Menpora Adhyaksa Dault, bukanlah cerminan keadaan makro negeri ini. ''Lihat Irak, seperti apa kondisi negerinya. Tetapi tim sepak bolanya berhasil mengalahkan Korea Selatan dan masuk final,'' katanya kepada para wartawan di Doha, termasuk Ananto Pradono dari Suara Merdeka. Dia melihat apa yang dipetik Irak harus jadi pelajaran. ''Semangat kebangsaannya tinggi,'' ujarnya di Pearl Room, Main Media Centre (MMC) Asian Games XV. Namun, dia menjelaskan spirit demikian bukanlah satu-satunya faktor sukses. Fokus harus terlihat dalam mengejar prestasi. ''Jangan bilang mana cukup dana dari pemerintah untuk persiapan Asian Games yang cuma Rp 100 miliar,'' lanjutnya. Jumlah itu disebutnya memadai bila penggunaannya berdasarkan pemetaan yang dilakukan. Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Datuk Azalina Dato' Othman Said pernah mengatakan kepadanya, negara itu hanya memilih beberapa cabang untuk ditangani seksama, di antaranya boling. Ternyata prestasi gemilang memang diukir kontingen boling mereka di Doha. Singapura juga fokus di boling dan layar. Tindakan khusus pada cabang-cabang tetentu juga harus dilakukan Indonesia. ''Kita harus beri perhatian besar pada cabang-cabang yang potensial dan strategis, menjelang SEA Games 2007 di Bangkok,'' lanjutnya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah meneleponnya, membicarakan prestasi kontingen Indonesia di Doha. Presiden kemudian meminta agar percepatan dalam pembinaan olahraga prestasi bisa dilakukan. ''Itu semacam perintah buat saya. Maka kita harus masuk papan atas dalam SEA Games 2007, yang berarti berada di tiga besar,'' tambah Adhyaksa.(28) |