| Jumat, 15 Desember 2006 | NASIONAL |
ANEKA WARTAHirup Gas Beracun, Dua Orang TewasSURABAYA-Dua orang tewas dan satu korban lainnya dalam kondisi sekarat, karena diduga menghirup gas beracun di rumah di Jalan Yosodipuro Surabaya. Para korban ditemukan Kamis (14/12) kemarin. Nama korban tewas adalah Linda (67) dan Yona (30) pembantu rumah tangga serta korban yang koma adalah dr Yanti Kusmira. Data yang dihimpun Suara Merdeka menyebutkan, Rabu (13/12) malam, sekitar pukul 22.00, aliran listrik di sekitar rumah korban padam. Rumah korban juga berfungsi sebagai salon kecantikan. Karena listrik padam dan kondisi rumah sangat tertutup, di pemilik rumah menyalakan genset agar sirkulasi udara dalam rumah tetap lancar. Diduga, saat udara masuk ke dalam rumah itu tercampur dengan gas beracun. Awal diketahuinya peristiwa mengenaskan ini tatkala Suci, salah satu karyawan salon kecantikan itu, datang ke rumah tersebut Kamis sekitar pukul 08.00. Saat datang, kondisi pagar rumah itu terkunci. Beberapa kali kunci pagar digerak-gerakkan, tak ada jawaban dari orang di dalam rumah. "Saat datang, pagar masih terkunci. Saya bel tidak ada yang menyahut. Sampai pukul 10.00 juga belum buka. Saya akhirnya lapor ke warga. Kemudian ke RT terus ke polisi," kata Suci kepada wartawan. Tak berselang lama, petugas kepolisian datang. Setelah pintu dibuka paksa, ditemukan dua penghuni rumah itu tak bernyawa dan dr Yanti dalam kondisi koma. (G14-64) Saksi: Playboy Sudah Meresahkan JAKARTA - Beredarnya majalah Playboy sangat meresahkan masyarakat, karena jelas-jelas mengusung pornografi dan peredarannya meluas tak terbendung. Demikian dikatakan saksi pelapor Baharuzaman dalam sidang lanjutan kasus majalah Playboy Edisi Indonesia dengan terdakwa Pemred majalah tersebut Erwin Arnada, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin. ''Saya menilai ini sudah meresahkan, karena majalah ini dijual bebas jadi mudah didapatkannya. Yang belum cukup umur pun bisa membelinya,'' kata Baharuzaman yang anggota Front Pembela Islam (FPI) tersebut. Sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Efran Basuning sempat menanyakan alasan Bahar menyatakan Playboy meresahkan masyarakat. ''Saudara saksi, tolak ukurnya apa Anda mengatakan (meresahkan-red)itu,'' tanya Efran. Bahar memberikan jawaban bahwa itu adalah pandangan dirinya dan anaknya. Maka, Efran langsung menyimpulkan bahwa itu adalah pendapat pribadinya. Suasana sidang pun sempat riuh, karena dari kursi hadirin muncul suara-suara yang juga mengaku resah dengan munculnya majalah itu dan dibarengi takbir.(F4-49) Dialog Evaluasi Penegakan Hukum SEMARANG-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) KNPI Jateng bekerja sama dengan Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Semarang akan menyelenggarakan dialog publik dengan tema "Evaluasi Proses Penegakan Hukum Dua Tahun Pemerintahan SBY-JK". Kegiatan akan diselenggarakan di Hotel Grand Candi Semarang, Sabtu (16/12), mulai pukul 08:00. Menurut Ketua DPC AAI Semarang sekaligus Ketua LBH KNPI Jateng, PI Soegiharto HP SH, melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat membawa penegakan hukum di Indonesia lebih fokus pada permasalahan-permasalahan hukum yang berkembang saat ini seperti kasus-kasus korupsi. Ketua panitia, Farhan Hilmi SSos, mengatakan selain untuk mengevaluasi penegakan hukum Pemerintah SBY-JK, dialog itu juga bertujuan untuk menyosialisasikan LBH KNPI Jateng. Rencananya, Gubernur Jateng H Mardiyanto akan tampil sebagai keynote speaker. Pembicara lainnya adalah Said Damanik (Ketua Bidang Pengayoman DPP AAI), Soejatno Pedro (Komisi A DPRD Jateng), Siswo Laksono (Kepala Biro Hukum dan Pemerintahan Pemprov Jateng), dan Ir H Moh Tamsil MT (bupati Kudus). "Dialog terbuka untuk masyarakat umum," tuturnya.(H10-41) FFI 2007 Digelar di Riau JAKARTA-Festival Film Indonesia (FFI) 2007 dipastikan akan digelar di Riau. Menurut Djonny Syafruddin, Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N), Riau dianggap memenuhi beberapa prasyarat mendasar, di antara kemampuan finansial serta penyediaan sarana transportasi dan akomodasi. "Kami yakin, pengalihan penyelenggaraan FFI di luar Jakarta akan semakin menghidupkan iklim perfilman di Indonesia," ungkap dia di Gedung Film, Jakarta, kemarin. Sebelumnya, FFI pernah digelar di Ujung Pandang (1978), Palembang (1979), Semarang (1980), Surabaya (1981), Medan (1983), Yogyakarta (1984), Bandung (1985), dan Denpasar (1986). (G20-45) Gudang Bekas Cleaning Service Unsoed Dibakar PURWOKERTO-Gudang bekas cleaning service Universitas Jenderal Seodirman (Unsoed) Purwokerto yang berada di belakang kompleks Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) dan Perpustakaan Pusat semalam pukul 21.00 diduga sengaja dibakar oleh orang tak bertanggung jawab. Kebakaran tersebut tidak sampai menyebabkan korban jiwa. Kerugian ditaksir kurang dari Rp 10 juta. Dugaan tersebut muncul karena gudang tersebut kosong dan sudah lama tidak difungsikan. Gudang itu juga tidak ada aliran listriknya. Posisi gudang tersebut juga memisah dengan bangunan lain. Kejadian tersebut bersamaan dengan masih berlangsungnya kegiatan bazar buku akhir tahun yang diselenggarakan Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI). Informasi yang dihimpun dari sejumlah saksi dan keterangan resmi dari Unsoed juga membenarkan dugaan kuat penyebab kebakaran karena ulah seseorang yang sengaja ingin membuat teror dan mengacaukan jalannya bazar serta kegiatan mahasiswa yang ada di sejumlah UKM. Posisi UKM berada di sebelah utara gudang dan berdempetan. Salah saksi mata, Tri Hastomo (27), penunggu stan buku Penerbit Cakrawasa mengungkapkan, pukul 21.00 dia bersama sejumlah pengunjung dan penunggu stan lain sempat melihat seseorang berbaju putih berumur sekitar 25 tahun masuk ke gudang tersebut. Selang beberapa menit kemudian, dari tengah gudang terdengar bunyi ledakan berkali-kali mirip petasan. Beberapa saat kemudian muncul kobaran api. (G22,shs-41) |