| Jumat, 15 Desember 2006 | NASIONAL |
"Bangkit Yogya!" Bangun Rumah dan Masjid
SUASANA haru sekaligus bahagia kembali menyelimuti warga Dusun Ngemplaksari, Srimulyo, Piyungan, serta Dusun Tambalan dan Gerjen, Pleret, Bantul, DIY. Jika pada Kamis (3/8) lalu, mereka bisa tersenyum setelah diselesaikannya pembangunan beberapa rumah inti permanen tipe 36, kini seluruh rencana telah terbangun dan bisa ditempati. Ya, pada hari yang sama (14/12), para korban gempa berkekuatan 5,9 skala richter yang mengguncang DIY dan Jateng pada 27 Mei lalu itu, kembali dipertemukan dengan para penyandang dana "Bangkit Yogya!", sebuah kelompok insan yang peduli dengan rekonstruksi pascabencana tersebut. Kelompok itu diprakarsai oleh H Muhammad "Bob" Hasan dan di dalamnya ada sejumlah perusahaan, di antaranya Suara Merdeka, PT Sido Muncul, PT Inti Karya Persada Teknik, dan PT Pratama Matra Widya. Sebanyak 206 unit rumah tipe 36 di Ngemplaksari, Tambalan, dan Gerjen, sekaligus MCK (mandi, cuci, kakus)-nya selesai dibangun. Selain itu, ditambah renovasi total Masjid Al Hidayah di Ngemplaksari dan pembangunan balai pertemuan untuk warga Tambalan dan Gerjen (dusun yang berdampingan). Seperti Sulapan Selain Bob Hasan, hadir juga antara lain Pemimpin Umum Suara Merdeka yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Jateng H Budi Santoso, Sofyan Hidayat (Sido Muncul), Ketua Program "Bangkit Yogya!" Poedio Boedojo, serta donatur dan sukarelawan lain. "Ini seperti sulapan saja," kata Widayat, tokoh masyarakat Ngemplaksari, usai ditandatanganinya prasasti peresmian masjid oleh Bob Hasan. Menurut dia, masjid seluas 13 X 14 meter tersebut jauh lebih bagus dari semula. Digarap secara gotong royong oleh warga, pembangunan bisa selesai dua bulan. Berdasarkan pengamatan Suara Merdeka, masjid itu memikiki desain minimalis. Ruang utama shalat yang ada di bagian kiri dilengkapi karpet bermotif masjid, mimbar, dan kipas angin, sedangkan yang kanan untuk wudu dan kamar mandi. Seluruh lantai ruang utama dikeramik, sedangkan halamannya menggunakan paving blok. Pada bagian depan terdapat gapura yang di atasnya bertuliskan nama masjid tersebut. Sementara pada tembok yang mengelilingi halaman depan masjid, dihijaukan dengan tanaman. Bob Hasan mengatakan, masjid merupakan media bagi manusia untuk menjalin hubungan dengan Tuhan. Pada zaman Rasulullah, masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah. Namun, juga untuk pertemuan, silaturahmi, dan kegiatan sosial lainnya. "Kami berharap, masjid ini akan menjadi spirit untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi baik rohani maupun jasmani, serta kemakmuran warga desa," tambahnya. (Setiawan HK-64) | ||||