logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Desember 2006 NASIONAL
Line

Harga Pistol Bisa Rp 50 Juta

''WAH sudah lama saya ndak dapat order. Sepi. Karena Mabes Polri sudah tidak keluarkan izin lagi. Sulit sekarang memiliki senjata secara legal,'' ujar Sugono, sosok yang selama ini dikenal akrab dengan pengurusan dan kepemilikan senjata api (senpi). Di wilayah Brebes, Tegal dan Slawi, pengusaha muda yang tinggal di Margasari, Kabupaten Tegal dan akrab dengan hobi radio komunikasi, kerap dimintai bantuan rekan bisnisnya untuk mengurus izin kepemilikan senjata.

Menurut dia, harga sebuah pistol atau revolver buatan Belgia atau Jerman, tidak begitu mahal. Hanya bila ditotal dengan pengurusan izin kepemilikan biaya yang dikeluarkan bisa membengkak hingga Rp 50 juta.

Bahkan bila ingin tampil lebih keren, dengan dilengkapi sarung atau wadahnya buatan Israel, tambah biaya hingga Rp 2 juta. ''Wadah pistol dari Israel banyak diminati. Meski harganya mahal,'' tutur dia, yang enggan menyebutkan harga sebuah senjata.

Dia mengakui, selama menggeluti bisnis tersebut, sudah puluhan pengusaha dan pejabat yang dilayani untuk memiliki sebuah senjata tersebut. Namun setelah, Mabes Polri tidak mengeluarkan izin baru kepemilikan, dia tidak pernah berurusan dengan dunia dar der dor itu.

Peluru Karet

Secara umum, jumlah senjata dari berbagai jenis yang resmi dan di data Ditintelkam Polda Jateng sebanyak 775 pucuk. Terdiri atas 63 berpeluru tajam, 431 berpeluru karet dan 271 bertenaga gas. Dari senjata sebanyak itu, 63 bertenaga gas dan 29 berpeluru karet, kini terpaksa ditarik polisi karena izinnya telah habis.

Meski demikian, bukan berarti tidak ada senjata lain atau ilegal yang dimiliki warga di Jateng. Senjata dari berbagai jenis itu seperti bebas beredar. Tentu menjadi tugas tersendiri aparat kepolisian untuk menertibkan.

''Memang masih banyak senjata ilegal yang beredar di Jateng. Karena itu harus diimbangi dengan meningkatkan operasi pengawasan, penggunaan dan kepemilikan senjata ini secara terus menerus. Ini sebagai upaya menciptakan situasi aman. Karena umumnya senpi ilegal ini banyak digunakan untuk pencurian disertai kekerasan (curas) atau merampok,'' papar Kapolda Irjen Drs Dody Sumantyawan HS SH(Riyono Toepra, Fahmi ZM-64)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA