logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Desember 2006 NASIONAL
Line

SAMBUNG RASA

Laju Pertumbuhan Penduduk Jawa Tengah

  • Dialog Dengan Gubernur Mardiyanto

Tanya : Bapak Gubernur, pertumbuhan penduduk dalam beberapa tahun belakangan ini semakin nyata pesatnya. Saya ingin tahu, apakah telah terjadi ledakan jumlah penduduk dan upaya apa yang telah dilakukan Pemprov Jateng dalam mengatasinya? Terima kasih.

Purwantoro.

Jawab:

Saudara Purwantoro, jumlah penduduk Jawa Tengah dari tahun ke tahun senantiasa meningkat, dengan struktur penduduk mengarah kepada penduduk lanjut usia (lansia). Berdasarkan BPS hasil pengolahan Susenas, jumlah penduduk Jawa Tengah tahun 2003 sebanyak 32.052.840 jiwa.

Tahun 2004 menjadi 32.397.431 jiwa, dan tahun 2005 meningkat menjadi 32.908.850 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk (LPP) dalam tiga tahun tersebut sama, yaitu 0,84.

Untuk itulah kebijakan pembangunan kependudukan di Jawa Tengah antara lain diarahkan pada peningkatan pengendalian laju pertumbuhan penduduk melalui peningkatan akses, kualitas, cakupan, dan jejaring pelayanan KB, serta kesehatan reproduksi remaja. Hal tersebut ditempuh melalui peningkatan partisipasi keluarga dan masyarakat dalam program KB dengan program pemberdayaan keluarga yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat.

Kemudian program pelayanan KB bertujuan meningkatkan kemandirian, cakupan dan mutu pelayanan KB serta kesehatan reproduksi. Adapun program KB bertujuan untuk memenuhi permintaan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi yang berkualitas serta mengendalikan angka kelahiran. Program kesehatan reproduksi remaja (KRR) bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku positif remaja tentang kesehatan reproduksi. Upaya lain adalah penguatan kelembagaan keluarga kecil berkualitas, serta pengembangan dan keserasian kebijakan kependudukan yang bertujuan mengembangkan pengkajian, penyediaan data dan informasi kependudukan, peningkatan kemampuan aparat pengelola administrasi kependudukan, serta mengembangkan kebijakan dan kajian terhadap pranata hukum terkait pembangunan kependudukan.

Kemitraan

Upaya-upaya tersebut membuahkan hasil sebagai berikut. Sampai dengan Oktober 2006, jumlah peserta KB baru sebanyak 584.728 atau 85,74% dari perkiraan permintaan masyarakat (PPM) sebanyak 681.994. Pada waktu yang sama telah berhasil dibina peserta KB aktif (PA) sebanyak 4.745.961 atau 86,41% dari PPM Jawa Tengah sebesar 4.922.933, atau sebesar 77,16% dari 6.151.201 pasangan usia subur (PUS). Dalam operasional program KB dilaksanakan melalui berbagai kemitraan dengan dinas/instansi terkait, TNI-Polri dan LSM seperti PKK, Muslimat dan Fatayat NU, Aisiyah, Pramuka, PKBI, IDI, IBI, Karang Taruna, dll.

Demikian pula dalam hal menggalang kemitraan dengan jaringan pelayanan KB, baik klinik KB pemerintah sebanyak 1.160 dengan hasil pelayanan peserta KB baru 293.396 peserta, klinik KB swasta 275 dengan 26.230 peserta, dokter praktik swasta 2.120 dengan 21.116 peserta, dan bidan praktik swasta 7.526 dengan 243.986 peserta. Kemudian upaya menggalang kerja sama dengan institusi masyarakat pedesaan seperti PPKBD (Pos Pembina KB Desa) tingkat desa/kelurahan, sub-PPKBD di tingkat RW dan kelompok-kelompok KB, menghasilkan hasil pembinaan PPKBD 8.636 kelompok dan sub-PPKBD sebanyak 49.197 kelompok.

Dapat pula saya sampaikan bahwa sejak lima tahun yang lalu telah dirintis program kesehatan reproduksi remaja (KRR). Hasilnya adalah tersedianya jumlah pusat informasi dan konseling PRR 147 kelompok, pendidik sebaya (PS) 276 kelompok dan konselor sebaya (KS) 232 kelompok. Dalam hal peningkatan pemberdayaan keluarga melalui bina-bina, diperoleh hasil antara lain melalui bina keluarga balita (BKB) sebanyak 19.178 dengan jumlah keluarga BKB yang menjadi anggota kelompok kegiatan sebanyak 662.121. Melalui bina keluarga remaja (BKR) hasil pembinaan sebanyak 6.358 kelompok dengan jumlah BKR menjadi anggota kelompok kegiatan sebanyak 304.813.

Lain halnya melalui bina keluarga lansia (BKL) pembinaan sebanyak 8.730 kelompok dengan jumlah keluarga yang menjadi anggota kelompok kegiatan 305.944. Untuk bina keluarga lingkungan (BKL) merupakan kegiatan rintisan terutama ditujukan pada kepedulian keluarga terhadap kondisi lingkungannya. Sampai Oktober 2006 lalu, baru terbentuk 128 kelompok. (41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA