logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Desember 2006 NASIONAL
Line

Kematian Tragis Alda Risma (2)

Gosip Miring Seputar Kehidupannya


Alda Risma

NAMA Alda Risma memang mendadak melambung tinggi saat ia meluncurkan album perdananya dengan hit "Aku Tak Biasa". Wajahnya yang cantik melankolis, ditambah postur tubuhnya yang sintal menggoda, membuat nama Alda cepat sekali meroket di blantika musik tanah air.

Namun ketenaran Alda sebagai seorang penyanyi belia saat itu tak berlangsung lama. Setelah lagu "Aku Tak Biasa" mulai redup di telinga pendengarnya, Alda tak lagi mampu menelurkan album yang sanggup kembali mengangkat namanya. Album keduanya yang dirilis di tahun 2002 tak mampu kembali mengharumkan namanya di kancah musik Indonesia. Nama Alda pun makin tenggelam seiring semakin banyaknya bermunculan penyanyi-penyanyi baru.

Namanya kembali muncul saat ia digosipkan baru saja menggugurkan kandungannya akibat hubungan cintanya dengan bos perusahaan rekaman Blackboard, Iwan Sastrawijaya.

Membantah

Namun Alda dengan senyum manisnya membantah gosip tersebut. Bahkan kabarnya Alda dan Iwan telah menikah.

"Hubungan saya dengan Alda sebatas antara penyanyi dan produser. Saya memang mendengar gosip yang mengatakan saya sudah menikah dengan Alda.

Itu tidak benar sama sekali. Hubungan saya dengan Alda sebatas hubungan profesional," kilah Iwan, pengusaha keturunan Cina itu.

Alda yang lahir di Bogor pada 23 November 1982 ini selama ini hanya diketahui tinggal dengan sang bunda, Halimah Farid Reza dan adik-adiknya. Ia disebut-sebut berdarah Tionghoa. Gadis bertinggi 160 cm ini kemudian justru menuai banyak masalah setelah namanya pelan-pelan tenggelam dari peta musik tanah air.

Dituduh Menipu

Alda Risma bukan hanya tersangkut kasus narkoba, melainkan juga menerima tuduhan penipuan. Tuduhan pertama muncul justru saat ia terbaring lemah di rumah sakit tiga bulan lalu, akibat kecelakaan fatal yang menimpanya. Saat itu seorang lelaki bernama Aji yang mengaku dari sebuah agent organizer menyebut dirinya telah tertipu oleh Alda Risma.

Ketika itu Aji telah menyerahkan uang senilai Rp 20 juta sebagai honor bagi Alda untuk menyanyi di acara yang digelar aji di Pantai Losari, Makassar. Acara yang semestinya berlangsung 20 Agustus 2005 itu ternyata justru berbuah kekecewaan bagi Aji. Pasalnya, hingga acara selesai, Alda tak muncul di panggung. Padahal honor sudah diterimanya sejak Juli 2005.

Bukan hanya Aji ternyata yang mengeluhkan sikap tidak profesional Alda. Penyanyi senior, Dian Pishesha mengeluhkan hal yang sama. Dian yang kini memiliki sejumlah perusahaan, suatu kali meminta Alda untuk tampil di salah satu acaranya.

"Waktu itu saya sudah serahkan honor sebesar Rp 10 juta melalui ibunda Alda, Ny Halimah, yang memang merangkap sebagai manajer. Tapi ternyata Alda tidak datang di acara yang sudah disepakati itu. Saya kira ini mungkin terjadi karena kurangnya komunikasi antara Alda dengan ibunya," terang Dian yang mengikhlaskan uang yang sudah dikeluarkannya itu.(Tresnawati-64)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA