logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Desember 2006 NASIONAL
Line

Agar Jadi Model Pilkada


SM/dok n Arbi Sanit

JAKARTA-Pengamat politik Arbi Sanit mengatakan, Pilkada Aceh harus dijadikan model bagi pelaksanaan pilkada di tahun mendatang. "Munculnya tokoh eks GAM, Irwandi Yusuf-M Nazar yang berasal dari pasangan independen di luar partai politik memenangkan pilkada harus bisa dijadikan model," kata Arbi saat dihubungi di Jakarta Kamis (14/12).

Arbi mengatakan, pilkada Aceh yang baru pertama kali dilangsungkan di provinsi paling Utara itu, harus menjadi contoh pelaksanaan pemilu presiden dan pilkada karena calon independen diberi kesempatan untuk mencalonkan diri. "Kekalahan kandidat dari partai politik oleh mantan GAM menjadi bukti tidak selamanya pemimpin dilahirkan partai politik," katanya.

Tidak Gampang

Namun, kata dia, untuk mencari pasangan independen tentu syaratnya tidak gampang. "Jangan dibuat mudah dari calon partai lain. Minimal dia harus dicalonkan oleh aturan tentang jumlah bilangan pembagi pemilih (BPP)," tandasnya.

Dengan demikian, sebaiknya kandidat independen bisa muncul dalam setiap pemilu maupun pilkada, sehingga banyak kesempatan bagi setiap orang untuk tampil memimpin. "Mereka yang tidak minat menjadi calon dari partai, bisa tampil sebagi calon independen," paparnya.

Faktor penyebab kekelahan calon parpol, kata Arbi, adalah kecenderungan serba sentralistis dan tidak menampung aspirasi publik.

"Jadi bisa saja rakyat sudah bosan dengan calon pemimpin dari parpol," katanya.

Sebelumnya, Mendagri M Ma'ruf, mengatakan, pelaksanaan pilkada serentak di Aceh untuk memilih gubernur, 15 bupati dan empat wali kota merupakan pilkada terbesar. Ini bisa dijadikan model pilkada di tahun mendatang. "Pilkada NAD memang yang terbesar namun berlangsung dengan baik, aman dan demokratis. Mudah-mudahan bisa dijadikan sebagai model," katanya.Keberhasilan pasangan Irwandi Jusuf-Muhammad Nazar dalam Pilkada Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) merupakan tamparan buat sejumlah politisi dan partai politik. Soalnya, yang bersangkutan ikut pilkada tidak diusung parpol melainkan dari calon independen.

Hal itu dikatakan, Direktur Eksekutif Sugeng Sarjadi Syndicate (SSS) Sukardi Rinakit, dalam percakapan di Jakarta, Kamis (14/12). Menurutnya, kemenangan pasangan ini juga sebagai bukti bahwa kandidat yang diusung parpol tidak lagi dipercaya oleh masyarakat untuk mengemban kekuasaan.

Rakyat, kata dia, kini sudah pintar menentukan pilihannya. Selama ini, mereka mendukung pasangan dari parpol ternyata apa yang menjadi aspirasi rakyat tidak diperjuangkan setelah yang bersangkutan duduk di bangku kekuasaan. "Saat ini ketokohan politisi di mata rakyat sudah jauh merosot."

Belajar dari pengalaman, selama ini rakyat sangat meragukan komitmen para politikus tersebut. "Jadi, citra parpol maupun tokoh politik di mata rakyat semakin tipis. Sampai saat ini belum ada tokoh andal dari parpol yang punya platform memperjuangkan kepentingan rakyat. Kalaupun ada, itu hanya sekadar janji, tanpa pernah ditepati," jelasnya. (H27-48)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA