logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Desember 2006 NASIONAL
Line

Kisah

Polisi Buru Teman Kencan Alda

JAKARTA - Kematian Alda masih diselimuti misteri, karena polisi menduga ada tanda-tanda kematian yang disengaja. Polisi terus memburu keberadaan Ferry Surya Perkasa, teman kencan Alda Risma yang bersamanya di Hotel Grand Menteng, Jakarta Timur. Hal itu dikatakan Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol, Robinson Manurung, saat dihubungi Kamis (14/12).

Dia mengatakan, polisi masih melakukan penelusuran pria yang bernama Ferry, karena dia yang memboking kamar 432 di lantai 3 untuk check in bersama Alda. Diperkirakan, pria berpenampilan necis itu berusia 30 tahun dan disinyalir pertama kali membawa almarhumah ke dalam kamar hotel kelas menengah itu.

Kamar hotel, kata dia, dibooking hari Minggu (10/12) lalu. Namun, kebenarannya masih dicek. Untuk itu, sejak hari Minggu sampai penemuan mayat Alda, polisi mengecek kunjungan tamu yang masuk hotel tersebut.

Keterangan Saksi

Dalam kasus ini, lanjutnya, polisi juga minta keterangan sejumlah saksi di antaranya petugas keamanan hotel dan sopir taksi yang membawa Alda Risma ke Rumah Sakit Mitra Internasional dan RSCM. ''Sejumlah warga juga dimintai keterangan sebagai saksi, antara lain karyawan hotel dan penghuni kamar yang bersebelahan dengan kamar Alda.''

Petugas, kata dia, juga meneliti kartu tanda penduduk (KTP) yang digunakan sebagai jaminan menyewa kamar hotel. Namun, polisi belum bisa mengungkapkan ciri-ciri lelaki yang pertama kali masuk hotel bersama penyanyi bersuara melankolis itu.

''Petugas kami juga melakukan pemeriksaan daftar tamu dan jenis kendaraan yang masuk ke hotel pada saat Alda check in,'' tandasnya.

Sementara adik Alda, Farah saat dihubungi via ponsel membenarkan, kakaknya pergi bersama pacarnya, Ferry yang menjemput Alda ke rumah. ''Awalnya mereka mau mengajak saya untuk ikut bersama pergi ke pantai tapi kemudian tidak jadi,'' ujarnya.

Di mata Farah, Ferry merupakan sosok yang sopan dan ramah dengan keluarga. ''Saya kaget ketika mendengar Alda tewas di dalam hotel. Sementara Ferry kabur dan tidak bertanggungjawab,'' ucapnya.

Oleh karenanya, dia meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus ini karena masih menjadi misteri. ''Ini semua agar keluarga besar Alda tidak penasaran dengan kepergian Alda selamanya,'' katanya

Dia juga membenarkan kalau ibunda Alda, Halimah pada malam tahlilan diperiksa pihak kepolisian Bogor. Halimah diperiksa terkait dengan kasus penipuan dan penggelapan surat-surat mobil Isuzu Panther milik Etty Supriyatna yang mengelola rental mobil di Bogor. ''Ibu hanya memberikan keterangan. Jadi tidak ada kaitannya dengan kasus kematian Alda,'' tandasnya.

Sementara di Mapolsek Matraman Jakarta Timur, kakak Ferry, Wisnu Perkasa (34) dimintai keterangannya. Dia diduga terlibat dalam kasus tewasnya Alda Risma di Hotel Grand Menteng pada Selasa malam lalu, karena di dalam kamar hotel 432 tersebut ditemukan dompet miliknya dan diperkuat dengan beberapa rekaman CCTV yang terpasang di hotel tersebut.

''Untuk sementara ini hasil pemeriksaan belum mengarah ke sana. Saya tidak tahu apakah dia berbohong atau tidak,'' kata Kanit Reskrim Mapolsek Matraman Iptu Hanuri.

Dia menjelaskan, polisi tidak akan membiarkan Wisnu berkeliaran sebab masih dalam penyidikan kepolisian dan dalam pantauan. ''Untuk sementara dia belum ditahan tapi sewaktu-waktu kalau kita butuh keterangannya kita akan panggil lagi,'' tandasnya.

Dalam pemeriksaan, imbuhnya, Wisnu mengaku sudah sejak lama tidak tinggal lagi bersama dengan adiknya Ferry. ''Wisnu tinggal terpisah dengan adiknya. Dia tinggal di Komplek Gading Kirana Blok B-I Kelapa Gading,'' katanya.

Sejauh ini belum ada titik terang apakah Alda itu benar-benar tewas karena overdosis atau sengaja dipaksakan memakai narkoba secara berlebihan. Polisi menunggu hasil visum yang dilakukan dokter forensik FK UI hingga pekan depan.

Sementara itu Dr Suwasti, ahli forensik RSCM mengatakan belum bisa memastikan apakah Alda diracun atau over dosis. Sebab menurut Suwasti orang yang terkena suntikan jika sampai ke pembuluh darah akan menimbulkan lebam biru. Jadi belum tentu Alda diracuni. ''Kita belum bisa memastikan penyebab kematian Alda.'' Hasil Forensik nantinya akan diserahkan ke Puslabfor Mabes Polri untuk diperiksa. ''Jadi belum bisa merinci kapan hasilnya diketahui. Itu pun nanti diberikan ke pihak penyidik, bukan untuk komsumsi publik,'' tegasnya.(H27-48)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA