| Jumat, 15 Desember 2006 | NASIONAL |
Kompak, Modal PSIS Hentikan Ambisi PSMS
JAKARTA- Tekad besar diusung PSIS menjelang partai puncak Piala Emas Bang Yos (PEBY) IV 2006 kontra PSMS Medan di Stadion Lebak Bulus, sore ini. Meski tak dibebani target khusus dalam ajang pemanasan pramusim itu, Fofee Kamara cs siap menghentikan langkah PSMS Medan yang berambisi meraih gelar kampiun tiga kali berturut-turut. Kendati hanya menjalani masa pemulihan fisik selama sehari, seluruh personel skuad Mahesa Jenar berada dalam kondisi siap tempur. Pemain sayap Denny Rumba yang cedera pinggang akibat terjangan bek Persik Aris Indarto telah kembali pulih. Kondisi fisik stoper Zoubairou yang terbelit cedera hamstring juga semakin membaik. Dokter tim Elang Sumambar memastikan keduanya siap diturunkan dalam laga kontra PSMS. Tim Ayam Kinantan telah dua kali berturut-turut menjadi juara dalam turnamen yang digelar untuk memperingati HUT Gubernur DKI, Sutiyoso tersebut. Pada PEBY III Desember tahun lalu, mereka menjadi kampiun setelah menang atas Persik Kediri. Sebelumnya, mereka menjuarai PEBY II Februari 2005 dengan menaklukkan klub asal Singapura, Geylang United. Sesuai kebiasaan, trofi bergilir PEBY akan menjadi milik abadi PSMS apabila mereka kembali menjadi juara. Dukungan Tim "PSMS seperti halnya semua tim peserta PEBY adalah tim yang bagus. Perlu kerja keras untuk menang atas mereka, namun kami siap melakukannya," kata kapten tim Fofee. Libero asal Liberia itu menambahkan, kekompakan dan kerja sama solid menjadi modal besar bagi PSIS untuk memenangi babak final. Setali tiga uang, penyerang Julio Lopez menyebutkan pentingnya kekompakan tim. Menurut striker asal Cile itu, dirinya tak bisa bermain baik tanpa dukungan pemain lain. Bagi Lopez, kerja sama yang baik akan mempermulus jalan PSIS menuju tangga juara. Manajer Yoyok Sukawi berharap tak adanya target di ajang PEBY, kembali membuat Fofee dkk bermain lepas. Dengan modal materi tim yang merata di semua lini, PSMS disebutnya sebagai tim apik. Terbukti Legimin Raharjo dkk mampu menaklukkan tuan rumah Persija Jakarta yang juga diunggulkan sebagai kampiun. Dalam PEBY Desember 2005, PSIS kalah tipis 0-1 dari PSMS lewat gol Alcidio Fleitas. "Mental bertanding pemain PSIS sejauh ini sangat baik. Mental seperti itu harus dimiliki dalam pertandingan melawan PSMS yang terkenal dengan permainan keras," tutur dia. Penilaian serupa juga ditandaskan arsitek tim Bonggo Pribadi. Mantan pemain Pelita Jaya itu menyebutkan, faktor mental sangat penting dalam ajang yang sangat ketat seperti turnamen PEBY. Di kubu PSMS, Bonggo menyebut keberadaan dua pemain asing yang harus diwaspadai penuh oleh Fofee dkk. Keduanya adalah gelandang James Koko Lomell dan stoper Frank Seator. "James dan Seator pemain bagus. James tampil baik sebagai pengatur serangan, sedangkan Seator berbahaya di kotak penalti," terang Bonggo. Dia enggan membeberkan formasi yang akan diturunkan dalam partai final nanti. Sejauh ini, arsitek tim asal Surabaya itu telah memainkan tiga komposisi berbeda dalam tiga pertandingan sebelumnya. Namun, trio asing baru Lopez, Alfredo Figueora, dan Ebi Sukore tetap menjadi materi utama pada semua pertandingan tersebut. Pemain sayap Harri Salisburi, Fofee, dan Zoubairou juga dipertahankan sebagai starter pada tiga laga itu. Meski tak berharap pertandingan diakhiri dengan adu penalti, Bonggo menyatakan telah menyiapkan daftar para algojo. Dalam final PEBY kali ini, semua sanksi kartu yang telah dikeluarkan pengadil lapangan dihapuskan. Dengan demikian, baik PSIS maupun PSMS bisa menampilkan skuad terbaiknya. (H29,wgm-40) | ||||