logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Desember 2006 MURIA
Line

''Saya Terpaksa Membunuh karena Ditegur''

SIAPA pun tentu tak pernah menyangka, pembunuh Rukmiarsih (42), janda warga RT 2 RW 3, Gang Gotong Royong, Desa Glantengan, Kecamatan Kota, Jumat (8/12) lalu adalah Ardi Setya Purnama (23). Sebab, pelaku yang sejak setahun lalu pisah ranjang dari istrinya itu memang tidak memiliki tampang selayaknya pembunuh berdarah dingin.

Sebelumnya, antara korban dan pelaku tidak pernah bertemu ataupun mempunyai persoalan.

Menurut pengakuan pelaku saat ditemui di Mapolres Kudus, Kamis kemarin, dia melakukannya karena kesal dengan omelan Rukmiarsih. Dia menuturkan, Jumat (8/12) pagi sekitar pukul 07.30 berangkat dari Semarang menuju ke Kudus. Pelaku memang sering ke ibu kota Jawa Tengah itu karena memiliki seorang kekasih, mahasiswi, di kawasan Sekaran, Gunungpati.

''Saya sering mengantar dan menjemputnya. Dia orang Kudus,'' ujarnya.

Sekitar pukul 10.30, pelaku tiba di rumahnya. Selanjutnya, dia berniat mengembalikan helm yang dipinjamnya dari rekannya dari Demakan. Dalam perjalanan ke rumah temannya, Ardi singgah di warung milik korban. Karena pemilik helm akan mendatangi tempat itu, dia memilih menunggu di warung tersebut.

''Ketika itu, saya haus dan membeli dua teh botol,'' ungkapnya.

Sambil menunggu, si empunya warung menegurnya, ''Kowe kok ora jumatan? Kowe wong Islam apa dudu?'' Teguran yang menyangkut agama itu menyulut emosi pelaku.

''Saya langsung mengambil batu di halaman dan saya pukulkan ke kepalanya,'' ucapnya.

Pelaku memukul korban lima kali. Empat kali dia lakukan pada saat Rukmiarsih jongkok dan sekali saat korban tertelungkup.

Setelah itu, pelaku kabur ke Semarang. Di tempat tersebut, pelaku menyewa satu kamar indekos yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah kekasihnya. Hingga, pada Kamis dini hari kemarin, aparat gabungan menjemputnya saat dia tertidur.

''Saya berniat mencari kerja di Semarang,'' tutur pelaku yang mengaku lulus SMP. (Anton W Hartono-69)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA