| Jumat, 15 Desember 2006 | SEMARANG |
JAJAH DESA MILANGKORIPelajar Bolos DiraziaGROBOGAN - Pelajar di Purwodadi, Grobogan, yang bolos sekolah kemarin dirazia Polres dan Satpol PP. Selain menyisir pelajar yang berada di Masjid Jabal Khoir Simpanglima Purwodadi, tim juga mencari pelajar nongkrong saat jam sekolah di terminal. Namun di tempat itu tidak didapati pelajar yang bolos sekolah. Padahal setiap hari biasanya banyak yang bolos lalu nongkrong di tempat itu. Adapun pelajar yang nongkrong di depan kantor PDAM dan mereka yang tengah jajan di warung sekitarnya, ditangkap dan dibawa ke Mapolres. Mereka diberikan pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan yang isinya tidak akan bolos pada jam sekolah. (A23-16) Basuki PAW dari Golkar GROBOGAN - Basuki asal Kedungjati, Grobogan, kemarin mengucapkan sumpah dan janji sebagai anggota DPRD pengganti antarwaktu (PAW) dari Partai Golkar dalam rapat istimewa DPRD. Dia menggantikan Soewarno asal Tegowanu yang meninggal akibat sakit. Acara pengucapan sumpah dan janji itu dipimpin Ketua DPRD M Yaeni. Pada periode lalu, Basuki juga anggota DPRD antarwaktu dari partai itu. Sementara itu, PAW dari almarhum Harun Rosjid asal Toroh yang juga dari Partai Golkar, masih dibahas di internal partai. Bupati Grobogan H Bambang Pudjiono mengatakan, dengan perkembangan dinamika masyarakat sekarang ini, anggota DPRD dituntut mampu mengakomodasi keinginan masyarakat. (A23-16) Lulusan STAIN Datangi DPRD GROBOGAN - Beberapa perwakilan guru SD lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) di Pulokulon, Grobogan, kemarin mengadukan nasib mereka ke Komisi D (Bidang Kesra) DPRD. Mereka menyampaikan persoalan, tidak boleh mengisi profil tenaga pendidikan yang dibagikan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan Dasar Pulokulon dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Padahal, pengisian profil merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan nomor induk pendidik tenaga pendidikan dasar, untuk diakui sebagai tenaga wiyata bakti, agar bisa tercatat dalam data base CPNS. Mereka khawatir dikeluarkan dari sekolah. Sebab, guru kelas lulusan STAIN sudah banyak yang digantikan guru lulusan SMA yang melanjutkan ke Universitas Terbuka (UT). Ketua Komisi D M Misbah berjanji akan memperjuangkan aspirasi guru-guru lulusan STAIN. (A23-37) |