| Jumat, 15 Desember 2006 | SEMARANG |
Harumkan Daerah melalui Ajang BalapMUDA dan berprestasi, sebuah ungkapan yang mungkin tepat diberikan kepada pemuda kelahiran Kabupaten Semarang, 9 Desember 1986 ini. Menginjak usia ke 20 tahun, Akbar Taufan Caesar menjadi juara pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Indonesian Grasstrack 2006. Dua prestasi berhasil ditorehkan di dunia balap tersebut, yakni untuk kelas bebek modifikasi yunior dua tak dan empat tak. Untuk meraih prestasi gemilang itu, tentunya bukan perkara mudah bagi putra bungsu pasangan H Sumarsono dan Hj Endang yang tinggal di Banjari, Desa Cukul, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang ini. Ada tujuh seri kejuaraan yang harus diikutinya di berbagai wilayah di Indonesia. "Alhamdulillah, dari beberapa seri saya sering menjadi juara satu hingga akhirnya bisa menjadi juara nasional," ungkap Akbar, sapaan akrabnya. Akbar mulai menyukai dunia balap sejak masih duduk di kelas I SMP, karena seringnya melihat kakaknya balapan di track berlumpur itu. Setelah setahun berlatih atau saat kelas II SMP, Akbar pun lantas turun ke lapangan untuk ikut balapan yang digelar di Tuntang, tahun 2001. Meski baru turun pertama kali, dirinya langsung menyabet juara untuk kelas pemula. Dari situlah dia semakin percaya diri. Sponsor pun mulai berdatangan. Akbar yang kini memiliki satu putra bernama Mohammad Robin Caesar (11 bulan), buah pernikahannya dengan Vega Sus-yanti (20) itu, pernah bergabung di beberapa tim. Di antaranya tim Nia Jaya Solo dan Intan Sakti Kendal milik Bupati Hendy Boedoro. Awal tahun lalu dia yang membesut tiga motor, yakni Yamaha Force One, Jupiter, dan Kawasaki Ninja itu, mendapat tawaran masuk tim Serba Mulya Wonogiri. Saat menjadi juara di setiap seri, nama Jateng tak pernah lupa disebut oleh MC yang menyebutkan tempat asal pembalap. (Saptono Joko S-37) |