logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Desember 2006 SEMARANG
Line

Stok Melimpah, Harga Beras Naik

KENDAL- Persediaan beras pada sejumlah gudang di Kendal, masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat satu bulan ke depan. Berdasarkan data Disperindag Pemkab, hingga kemarin cadangan beras berkisar 7.091.195 kg.

''Kebutuhan masyarakat Kendal akan beras dalam waktu satu bulan ke depan, berkisar 7.062.517 kg. Dengan demikian stok beras masih tersisa sekitar 28.678 kg,'' papar Kepala Disperindag Pemkab FX Eddy Prapto Trenggono SH di kantornya, kemarin.

Kendati stok cukup berlimpah, lanjut dia, kenyataan di lapangan telah terjadi kenaikan harga yang cukup drastis.

''Beras di gudang-gudang itu sebagian besar jenis IR 64 dan Cisadane. Harga beras IR 64 semula berkisar Rp 3.500-Rp 4.000/kg, dan beberapa hari terakhir naik menjadi Rp 4.800-Rp 5.200/kg. Adapun Cisadane yang semula Rp 3.000-Rp 3.500/kg, naik menjadi Rp 4.750/kg. Hal yang sama juga terjadi pada beras jenis lain.''

Menurutnya, kenaikan harga tersebut tidak disebabkan karena persediaan beras yang menipis. ''Memperhatikan ketersediaan, mestinya harga beras tidak naik. Indikasi kenaikan harga, lebih disebabkan naiknya harga beras yang terjadi secara serentak dalam lingkup nasional. Istilahnya, naiknya beras di Kendal karena elon-elon dengan daerah lain.''

Didampingi Kasubdin Perdagangan Drs Bachtiar Nurono, dia menjelaskan cadangan beras yang di daerahnya antara lain tersebar di gudang dolog Desa Sumberejo Kecamatan Kaliwungu sebanyak 3.951.375 kg, empat lokasi penggilingan padi di Desa Brangsong (1.540.000 kg).

Operasi Pasar

Gudang penggilingan padi Patebon milik Wonosetyo (1.000.000 ton), gudang padi Ketapang milik H Saeku (70.000 kg), serta di pedagang grosir yang tersebar di sejumlah pasar tradisional di Kendal, seperti Kendal, Weleri, Kaliwungu, Boja Sukorejo (528.550 kg).

''Khusus untuk cadangan beras yang ada pada pedagang di sejumlah pasar tradisional, merupakan beras yang saat ini sedang beredar di masyarakat.''

Berdasarkan pantauan di lapangan, ketersediaan beras di pasar Kendal dan Cepiring, kemarin relatif berlimpah. Tidak ada satu pun pedagang, yang kehabisan persediaan. ''Kami tidak kesulitan mencari beras. Kalau pun harganya naik, hal ini karena mengikuti pedagang lain,'' ungkap seorang pedagang di pasar Kendal.

Terkait dengan persoalan tersebut, Disperindag telah membentuk tim pemantau yang diterjunkan ke lapangan untuk melakukan validasi data ketersediaan beras di gudang-gudang. ''Mulai hari ini (Kamis, 14/12) hingga Senin (18/12), tim akan mencocokkan data cadangan beras di gudang-gudang.''

Terkait dengan persoalan naiknya harga, imbuh dia, pihaknya belum ada rencana untuk melakukan operasi pasar (OP).

''Untuk menggelar OP dibutuhkan proses perizinan yang cukup rumit. Yaitu, izin ke Bupati, Gubernur dan Menteri Perdagangan. Selain juga waktu relatif lama.'' (G15-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA