| Jumat, 15 Desember 2006 | SEMARANG |
Pembobol Toko Pakaian DitembakSEMARANG - Unit Reskrim Polsekta Semarang Utara, Kamis (14/12) selepas subuh menembak dua pencuri yang membobol toko pakaian ''Top Ten'' di Jl Hassanudin, Purwosari. Satu timah panas bersarang di paha kanan Nur Solikhin (20), warga Kelurahan Bandarharjo, saat mencoba melarikan diri dari penangkapan petugas. Tersangka lain, Hendrik Setiyono (19), warga Lodan, Bandarharjo, langsung menyerah begitu petugas melepaskan tembakan peringatan ke atas. Keduanya dibekuk tim yang dipimpin Kapolsek Semarang Utara AKP Ari Yuswan, tiga jam setelah membobol toko pakaian itu. Di hadapan penyidik, mereka mengaku sudah lama merencanakan aksi pencurian itu. Rabu (13/12) malam lalu Hendrik mondar-mandir di depan toko sambil menggenjot becak kecil yang biasa digunakan anak-anak. Sekitar pukul 01.30, dia sambil membawa becak itu bersama Nur mulai beraksi. Tiga gembok besar dapat dibuka. Dengan menggunakan drei dan linggis, keduanya mencongkel pintu depan toko. 300 Pakaian Pemilik toko, Widi Yustian (21) warga Jl Gondomono, Plombokan, Semarang Utara mengetahui tempat usahanya dibobol pencuri langsung melaporkan kejadian ke Mapolsekta Semarang Utara. Kapolsek dan Kanit Reskrim Ipda Edy Susilo, kemudian melakukan olah TKP. Dia juga mendapatkan informasi, bahwa selepas subuh ada penarik becak yang membawa tiga karung dari toko itu. Si tukang becak yang membawa barang curian itu ditemukan, dan menunjukkan alamat dua orang yang meminta dia mengangkut barang tersebut. Nur pun ditangkap setelah paha kanannya ditembak karena berusaha melarikan diri. Dia mengakui pencurian dilakukan bersama rekannya bernama Hendrik. Tidak lama kemudian, rekannya itu dapat dibekuk. ''Saya mencuri, karena usia kehamilan istri saya sudah delapan bulan. Saya butuh biaya untuk persalinan,'' tutur Nur.(D12,H21-18) |