logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Desember 2006 SEMARANG
Line

Penyaluran Raskin Dipercepat

SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tidak bisa memastikan operasi pasar (OP) beras dilakukan dalam bulan ini. Selain itu, kenaikan harga beras masih sebatas normal, antara Rp 500 sampai Rp 600 per kilogram.

Untuk bisa mengefektifkan harga beras di pasaran, Pemkot Semarang akan mempercepat penyaluran beras untuk warga miskin (raskin) yang dipastikan awal Januari 2007 nanti. Sedang untuk Desember ini, raskin tidak bisa diberikan, karena jatahnya sudah habis tersalurkan pada November lalu. ''Penyaluran raskin itu syaratnya selama setahun harus 10 kali. Karena April dan Mei tidak ada, penyalurannya lantas kami ajukan.

Sehingga jatah yang diberikan November lalu sebenarnya adalah jatah Desember ini. Melihat perkembangan harga beras di daerah lain naik, maka raskin 2007 yang seharusnya dibagikan akhir Januari akan disalurkan lebih awal,'' kata Kepala Bagian Perekonomian Pemkot, Drs Masrohan Bahri MM melalui stafnya Ngafi Kurniawan, Kamis (14/12).

Kurang Yakin

Ngafi mengatakan, adanya desakan pemerintah untuk menggelar OP beras, sebenarnya membuat pigaknya kurang yakin bisa menekan kenaikan harga beras. Sebab jatah beras untuk tiap kali OP hanya 100 ton dan waktunya sangat terbatas. Selain itu, prosedur dan perizinan OP sangat berbelit, karena keputusannya ada di tangan Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian.

''Wali kota dan bupati hanya sebatas mengajukan permintaan kepada gubernur. Setelah itu gubernur menindaklanjutinya dengan meminta izin kepada Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian. Kalaupun kedua menteri menyetujui, daerah belum bisa langsung menggelar OP. Daripada menunggu sesuatu yang tidak pasti, lebih baik kami percepat penyaluran raskin,'' kata dia.

Ngafi yakin dampak penyaluran raskin sangat besar. Sebab jumlah raskin yang diterima setiap bulannya lebih dari 100 ton. Untuk tahun 2006 saja jatah di Kota Semarang sebanyak 864 ton per bulan.

Dipastikan jatah raskin tahun 2007 akan bertambah sekitar 12 persen. Hal ini dikarenakan jumlah penerimanya bertambah dari 57.652 keluarga menjadi 64.600 KK. (dky,H12-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA