| Jumat, 15 Desember 2006 | SEMARANG |
Dari Rekonstruksi Pembunuhan WalnoDiteriaki Warga, Tersangka PingsanSEMARANG- Kasus pembunuhan Walno alias Waldo (22) pada Kamis (30/11), kemarin dilakukan rekonstruksi oleh Polres Semarang Timur. Reka ulang itu dilaksanakan di lokasi kejadian yang juga tempat kerja korban, CV Wimo Gang XII/261-262 LIK Genuk. Saat proses rekonstruksi itu hampir usai, tersangka pertama Dewi Santi (22) tiba-tiba pingsan. Hal itu disebabkan oleh teriakan ratusan warga yang menyaksikan dari dekat jalannya proses reka ulang. "Huu, perempuan jelek. Jangan nangis, kamu itu harusnya dihukum mati," teriak sebagian warga. Bisa jadi karena perasaan takut bercampur panik, tersangka Dewi menjadi lemas hingga akhirnya tersungkur. Beruntung, petugas langsung sigap dan membawa Dewi dan tersangka kedua, Hanif Saputra ke dalam mobil sebelum massa bertindak berlebihan. Rekonstruksi yang dimulai pukul 10:00 itu, mengundang perhatian ratusan warga. Mereka berduyun-duyun mendatangi lokasi untuk melihat lebih dekat wajah kedua tersangka pembunuhan itu. Genangan air setinggi betis orang dewasa di kawasan itu, tak menyurutkan keinginan warga mengikuti rekonstruksi hingga selesai. Tak jarang sebagian warga naik di atas pohon di depan CV Wimo. Namun karena kurang hati-hati, tiga warga terjatuh dari pohon dan terjerembab di genangan air. Banyaknya warga yang menonton rekonstruksi sedari awal itu sudah diantisipasi petugas. Puluhan petugas ditempatkan di jalan masuk menuju lokasi kejadian. Kapolres Semarang Timur AKBP Darto Juhartono, Wakapolres Kompol Budi Medianto, dan Kasatreksrim AKP Suwarto ikut menyaksikan jalannya rekonstruksi itu. Dibutuhkan waktu tak kurang dari dua jam untuk menyelesaikan seluruh adegan. Sementara itu, pingsannya tersangka Dewi sebetulnya sudah terlihat saat rekonstruksi dimulai. Berkali-kali perempuan tersebut menangis sesenggukan. Bahkan, sesekali Dewi berteriak histeris saat disuruh melakukan beberapa adegan membantai korban. Berbeda dari tersangka Hanif. Warga Jl Deli Lorong 27, Koja, Jakarta Utara itu dengan lancar mengingat secara runut peristiwa pembunuhan tersebut. Bahkan, tersangka ini menambah empat adegan yang sebelumnya direncanakan petugas. Melihat jalannya rekonstruksi, motif pembunuhan yang dilakukan kedua tersangka kian menjadi jelas. Ke Pengadilan Seperti pernah diberitakan, Walno dibunuh lantaran Dewi merasa tersinggung dengan perkataan korban yang mengatakan dirinya seorang pelacur, saat mencari Nur Akhid Nawawi, suami sah Dewi. Tersangka lantas meminta Hanif untuk membunuh korban. Saat rekonstruksi itu dilakukan, kedua tersangka memperagakan adegan saat menghabisi korban yang diperankan Briptu Agung Nuryadi, anggota Satreskrim Polwiltabes. Korban dibantai secara sadis sebelum dimasukkan ke dalam sumur di ruang belakang kantor. "Rekonstruksi dimaksudkan mencari titik terang kasus pembunuhan tersebut. Selain itu sebagai kelengkapan BAP (Berita Acara Pemeriksaan)," kata Kapolres. Ditambahkannya, dengan digelarnya rekonstruksi tersebut, kasus pembunuhan Walno sudah dinyatakan lengkap dan dalam waktu dekat kasusnya segera dilimpahkan ke pengadilan. Sementara itu, saat rekonstruksi berlangsung, Nur Akhid terlihat diantara kerumunan warga. Ketika dimintai komentarnya, dia mengaku jengkel dan marah dengan Dewi. Terlebih, istrinya itu berteriak tak mau meminta maaf kepadanya. "Saya tidak bisa ngomong banyak, Mas. Yang pasti perasaan saya jengkel dan marah," tandasnya. (H21,D12-56) |