logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Desember 2006 KEDU & DIY
Line

BPR Bapas 69 BUMD Terbaik 2006

BOROBUDUR-Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Bapas 69 Kabupaten Magelang dinyatakan sebagai terbaik se Indonesia. Sehingga berhak memperoleh BUMD dan CEO BUMD Award 2006. "Prestasi itu menjadi tantangan ke depan agar bisa lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Fran Suharmaji SE MM, Dirut BPR Bapas 69 Kabupaten Magelang, kemarin.

Penghargaan disampaikan Daeng Mochamad Nazier, Dirjen BAKD Depdagri kepada Fran Suharmaji, di Jakarta, Jumat (8/12).

Pemimpin Umum Bisnis Review, Nana I Rachmadiana, selaku Ketua Panyelenggara mengatakan, penilaian dilakukan secara independen, professional, murni, tidak direkayasa, tidak KKN, tidak dipolitisir, tidak dibisniskan, tidak disuap, tidak diperjualbelikan, dapat dipertanggungjawabkan. "Penentuan pemenang dengan menggunakan standar dunia, untuk bidang keuangan (Stern & Stewart Co, Marketing (Markplus & Co) SDM & CEO (Leadership Inc. Dunamis, IICD, IICG, GE, Oracle)," jelasnya.

Di depan juri, Fran Suharmaji mengatakan, BUMD memiliki misi ganda. Satu sisi meninscayakan pengelolaan manajemen perusahaan secara profesional agar mampu menghasilkan manfaat secara ekonomis, sebagai salah satu sumber pendapatan daerah.

Pada sisi lain, BUMD juga memiliki kewajiban moral untuk selalu mengedepankan fungsi pelayanan dan memiliki kepekaan terhadap kepentingan masyarakat yang bermuara pada upaya penciptaan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Mampu Mendorong

Beberapa tahun terakhir Bapas 69 meningkatkan intensitas perhatian terhadap pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah, melalui produk layanan kredit UMKM. Produk layanan ini mampu mendorong laju pergerakan ekonomi pedesaan.

"Para nasabah UMKM didorong untuk mengembangkan usahanya melalui pembinaan intensif dan terarah. Secara periodik diikutkan pelatihan dan studi banding dan pameran skala lokal dan regional," katanya didampingi Daru Priyatno, Humas BPR Bapas 69.

Produk layanan baru lainnya, kredit bagi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) bekerja sama dengan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI).

Ia mengatakan, produk layanan Bapas 69 mudah diakses masyarakat, cepat dalam proses dan ringan. "Kami melayani dengan hati," katanya.

Fran Suharmaji mengemukakan, tiga tahun terakhir volume usahanya meningkat tajam dengan rata-rata peningkatan 30 persen. BUMD milikPemkab Magelang bahkan tercatat sebagai BPR milik pemda terbesar di Indonesia.

Omzet hampir Rp 133 miliar per Juni 2006. Sehingga tahun ini bisa menyetor pendapatan asli daerah Rp 3,5 miliar.

Performa BPR ini bank yang melayani seluruh lapisan masyarakat. Nasabah penerima kredit seluruhnya 18.365 orang per Desember 2005, dengan nilai pinjaman Rp 120 miliar. Sampai akhir 2005, dana yang dihimpun dalam bentuk simpanan lebih dari Rp 75 miliar. (pr-39)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA