| Jumat, 15 Desember 2006 | KEDU & DIY |
Gaji Guru lewat Bank Dibatalkan
TEMANGGUNG- Setelah diwarnai dengan perdebatan alot dan agak emosional, akhirnya permintaan para guru yang tergabung dalam PGRI Cabang Temanggung, agar Pemkab membatalkan rencana pencairan gaji melalui bank, dipenuhi. Dengan demikian, khusus untuk para PNS guru, penggajian tetap dibayarkan tunai melalui bendahara masing-masing. Hal itu terungkap dalam dialog antara pengurus dan anggota PGRI yang dipimpin ketuanya, Sumardi, dengan Asisten III Setda, Subagio, didampingi Kabag Keuangan, Sadwoko, di Graha Bumi Phala Kantor Setda Temanggung, Rabu (13/12). Pada awal pertemuan, 60 orang pengurus dan anggota PGRI yang mengklaim mewakili 6.000 anggotanya itu, menyatakan sejumlah alasan sehingga menolak sistem penggajian tersebut. Huda, salah seorang pengurus PGRI yang membacakan pernyataan organisasi tersebut menyatakan, para guru sangat keberatan harus membuka rekening baru di Bank Jateng Temanggung dengan biaya Rp 25 ribu, termasuk mereka yang sebetulnya telah memiliki rekening di Bank Jateng Cabang Ngadirejo dan Parakan. Butuh Waktu Dia juga mengatakan, karena harus datang sendiri, nantinya pengambilan gaji membutuhkan waktu dan biaya sehingga harus meninggalkan tugas. "Jika alasan Pemkab untuk menghindari penyelewengan oleh bendahara, mestinya yang diubah bukan sistemnya, sehingga mengorbankan bawahan. Akan tetapi, harus menindak oknumnya dengan memberi sanksi sesuai aturan," imbuh Saryono, pengurus yang lain. Mendengar alasan ini, Kabag Keuangan tetap bersikeras tidak mau membatalkan kebijakan tersebut. "Tolong, beri kesempatan untuk uji coba sebulan saja, lalu kita evaluasi. Kalau memang, kekhawatiran para guru itu terbukti, pada Februari bisa dihentikan, dan dikembalikan seperti semula," pinta Sadwoko. Namun, ketika Ketua PGRI menanyakan kepada seluruh yang hadir, ternyata usulan itu tetap ditolak. Meski Sadwoko kembali bersikeras, tetapi akhirnya dia melunak. setelah Roso Titi Sarkoro, juru bicara PGRI menegaskan, bahwa kehadirannya membawa amanah 6.000 guru yang siap berdemo. "Keputusannya, guru akan tetap menerima gaji secara tunai, Wakil Bupati juga sudah menyetujuinya," kata Sadwoko, disambut tepuk tangan hadirin.(H24-39) |