| Jumat, 15 Desember 2006 | KEDU & DIY |
Soal Kesurupan Dibawa ke DewanPURWOREJO - Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Wahid, Krandegan, Bayan, yang pada Selasa lalu memimpin terapi bagi pelajar yang kesurupan di SMP Negeri 2 mengingatkan agar masalah itu tidak menimbulkan penafsiran yang tidak pas. Kejadian itu diharapkan tidak sampai memunculkan kesan di luar konteks agama. Sebab hal itu justru akan menimbulkan persepsi lain dari masyarakat, terutama yang mengarah ke takhayul dan khurafat. Berkenaan dengan adanya beberapa kelompok yang berbeda dalam mengartikan kesurupan di SMP Negeri 2, anggota DPRD dari Fraksi Persatuan Amanat Keadilan (FPAK) itu meminta Pemkab untuk turun tangan. Rencananya, soal itu akan dimasukkan dalam pandangan umum FPAK yang akan disampaikan dalam rapat paripurna Dewan, hari ini. (yon-24) |