| Jumat, 15 Desember 2006 | KEDU & DIY |
Workshop BAQ DidemoYOGYAKARTA - Sedikitnya 50 aktivis yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Antihutang (Krah), kemarin menggelar unjuk rasa di luar gedung pertemuan Workshop Batter Air Quality yang digelar di Hotel Hyatt Yogyakarta. Acara yang diikuti 35 negara dan baru akan berakhir hari ini (Jumat 15/12) itu ternyata tidak berjalan mulus. Terbukti, acara tersebut mendapat tanggapan kurang enak dari Krah. Bahkan para pengunjuk rasa meminta Workshop BAQ dibubarkan karena kegiatan itu tidak lain adalah upaya pemerintah untuk mencari utang luar negeri. Koordinator Krah Nanang Ismuhartoyo mengatakan, program BAQ di Indonesia diindikasikan akan memperparah utang luar negeri. Sebab, kata dia, acara yang dikoordinasi oleh Bappenas mendapat sponsor langsung dari World Bank dan ADB. Berdasarkan rencana aksi nasional untuk BAQ, kata Nanang, program aksi tersebut akan didanai dengan dana pinjaman investasi sebesar USD 219,2 juta dan dana pinjaman program sebesar USD 1,4 juta. Konsekuensinya, kata dia, utang luar negeri Indonesia akan membengkak. ''Pada awalnya kami juga diajak ikut serta dalam acara ini. Namun beberapa aktivis dari Walhi yang juga diundang, menolak. Sebab program BAQ melibatkan pula World Bank dan ADB yang ujung-ujungnya adalah menambah utang negara,'' kata Nanang. Aksi massa Krah gagal masuk ke lokasi workshop. Puluhan aparat kepolisian menjaga ketat pintu gerbang Hotel Hyatt. Saat massa Krah hendak nekat menerobos penjagaan, terjadi aksi saling dorong. Aksi tersebut akhirnya bubar tanpa ditemui oleh penyelenggara workshop ataupun Menteri Lingkungan Hidup. Perbaiki Kualitas Udara Sekitar 400 perserta dari 35 negara mengikuti workshop tersebut. Kegiatan yang berlangsung Rabu-Jumat (13-15/12) di Hotel Hyatt Yogyakarta itu bertujuan untuk merumuskan upaya memperbaiki kualitas udara di kota-kota Asia, khususnya Indonesia. Kegiatan BAQ sendiri merupakan rangkaian agenda nasional untuk perbaikan kualitas udara di perkotaan. Kegiatan nasional itu dikoordinasi oleh Bappenas dan disponsori Asian Development Bank (ADB). Pada tahap awal, lima kota di Indonesia bakal dijadikan proyek percontohan, yaitu Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung. Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar saat membuka workshop BAQ mengatakan, pencemaran lingkungan, termasuk polusi udara, dari hari ke hari terus meningkat. Pemerintah Indonesia, kata dia, hingga saat ini terus berusaha memperbaiki kualitas udara lewat berbagai cara, salah satunya dengan pengurangan emisi dari kendaraan bermotor. Head of the Clean Air Initiative for Asian Cities Cornie Huizenga mengatakan, workshop yang melibatkan 35 negara itu bertujuan untuk merumuskan upaya memperkecil batas kosentrasi partikel-partikel polutan di negara-negara Asia. (sgt-71) |