logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Desember 2006 KEDU & DIY
Line

Tanah Longsor, Galeri Seni Ambruk

YOGYAKARTA-Hujan deras yang mengguyur Yogyakarta dan sekitarnya selama beberapa jam Rabu (13/12) malam lalu mengakibatkan banjir di sejumlah tempat. Bahkan di Jalan Perintis Kemerdekaan, sebuah galeri seni ambruk setelah tanah di bawahnya longsor diterjang air sungai yang meluap.

Kemarin, aparat dari Kimpraswil berusaha membersihkan lokasi dari reruntuhan dan membuka aliran Sungai Gajahwong yang tertutup longsoran. Meskipun sudah ada tanda garis polisi namun ratusan orang menonton aksi petugas membersihkan reruntuhan. Hansip dan masyarakat sekitar melakukan penjagaan agar penonton tidak melewati garis pembatas karena sangat berbahaya.

''Mundur, ayo mundur, jangan melampau batas nanti longsor,'' teriak seorang petugas Hansip kepada masyarakat yang sejak malam hilir-mudik ingin menyaksikan bencana.

Namun ada saja yang nyelonong mendekati garis bahkan melampau dan berada persis di bibir longsoran.

Luapan air tak hanya menerpa galeri tersebut tapi juga menerjang tanggul dan jalan di sisi selatannya mengakibatkan jalan raya ambles sekitar delapan meter. Ruas Jalan Perintis Kemerdekaan hanya bisa dipergunakan separonya. Polisi menutup arus lalu lintas dari timur dan barat.

Warga setempat menuturkan amblesnya tanah terjadi pukul 16.30 saat hujan deras. Satu jam kemudian terdengar suara gemuruh, ternyata Galeri Seni Abiyasa ambruk dan jalan di depannya juga amblong. Penduduk segera mengamankan lokasi agar pengguna lalu lintas tidak melewati jalan tersebut.

Banjir

Selain tanah longsor, sebagian wilayah Yogyakarta terendam air. Di Prenggan, Kotagede misalnya, belasan kepala keluarga dan anggotanya harus mengungsi karena rumah mereka terendam air sekitar 50 cm. Kejadian sama terlihat pula di Pandeyan, Umbulharjo, sejumlah rumah kemasukan air.

Air juga menggenangi sejumlah ruas jalan seperti Jalan Kusumanegara, Jalan Batikan dan Jalan Menteri Supeno. Ketinggian mencapai 20 cm sehingga kendaraan yang melintas harus berhati-hati.

Kepala Dinas Kimpraswil Kota Yogyakarta, Eko Suryo menyatakan akan memasang bronjong di lokasi kejadian serta tempat lain yang dianggap rawan. Namun menurutnya pemasangan hanya bersifat sementara agar longsoran tidak meluas. Pihaknya juga bakal mengalihkan aliran sungai di lokasi kejadian untuk mengurangi terpaan air.

Tanah longsor di Jalan Perintis Kemerdekaan menurutnya telah mengikis tanggul sungai sepanjang 200 meter dan mengakibatkan amblongnya jalan raya. Hingga kini petugas masih melakukan inventarisasi kerugian.(D19-39)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA