logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Desember 2006 KEDU & DIY
Line

Lahan Rusak Capai 23,7 Juta Hektare

YOGYAKARTA - Pada 1999/2000, kerusakan lahan telah mencapai 23.725.552 hektare dengan perincian 8.313.754 hektare berada dalam kawasan hutan dan 15.411.798 hektare berada di luar kawasan hutan. Itu berarti, kerusakan lahan telah mencapai 9.445.552 hektare selama kurun waktu 9 tahun atau 1,05 juta hektare per tahun.

Pada kurun waktu yang sama, luas hutan di Tanah Air berkurang 3,47 juta atau 1,16 juta hektare per tahun. Laju degradasi hutan dari tahun ke tahun terus meningkat dan telah mencapai 1,6-2,8 juta hektare per tahun.

Demikian dikatakan staf peneliti Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat Bogor, Ir Abdullah Abas Idjudin MSc, dalam disertasinya untuk meraih derajat doktor dalam bidang Ilmu Pertanian dari UGM Yogyakarta. Pada ujian promosi terbuka di Sekolah Pascasarjana UGM, Selasa (12/12), promovendus dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Menurut Abdullah Abas, kebijakan program pembangunan pertanian yang terlalu terpusat pada sawah selama periode 1969-1997 telah menyebabkan usaha tani lahan kering kurang mendapat perhatian.

Tidak Ditindaklanjuti

Proyek-proyek pembangunan pertanian lahan kering telah banyak dilaksanakan, tetapi tidak ditindaklanjuti. Karena itu, sistem usaha tani lahan kering makin tertinggal, terutama di daerah aliran sungai (DAS) bagian hulu, semakin parah.

Dikatakan oleh peneliti utama bidang fisika dan konservasi tanah Badan Litbang Pertanian Deptan itu, ketimpangan pengelolaan dan penanganan permasalahan lahan kering, antara lain mencakup input usaha tani konservasi, masih terbatas. Akibatnya, produktivitas rendah karena terjadi degradasi lahan. (P12-71)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA