| Jumat, 15 Desember 2006 | INTERNASIONAL |
PM Palestina Dilarang Masuk GazaGAZA - Israel menutup perbatasan Jalur Gaza agar Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyeh tidak dapat memasuki wilayah itu setelah melakukan kunjungan luar negeri selama dua pekan. ''Perbatasan itu ditutup. Segala kegiatan dihentikan untuk sementara waktu sampai ada klarifikasi mengenai Haniyeh,'' kata juru bicara Misi Eropa untuk Bantuan Perbatasan, Kamis kemarin. Lembaga Eropa itu bertugas memantau perbatasan Rafah yang memisahkan wilayah Jalur Gaza dan Mesir. Sumber keamanan Israel menyatakan, Menhan Amir Peretz memerintahkan untuk menutup perbatasan itu. ''Haniyeh dicurigai membawa jutaan dolar dana bantuan dari Iran.'' Milisi bersenjata Hamas kemudian menyerbu Rafah untuk membuka pintu perbatasan. Mereka melepaskan tembakan udara. Namun tidak ada laporan, apakah ada korban dalam aksi penyerbuan ke perbatasan tersebut. Haniyeh melakukan lawatan ke sejumlah negara Timur Tengah selama dua pekan terakhir untuk mengumpulkan dana bantuan guna membiayai pemerintahannya. Negara-negara yang dia kunjungi antara lain Iran, Qatar, dan Sudan. Dari rangkaian lawatan itu, Haniyeh berhasil memperoleh komitmen bantuan sebesar 350 juta dolar AS. Isu Pemilu Seorang pejabat senior Hamas mengatakan, Haniyeh sengaja mempersingkat lawatannya karena ada kabar bahwa Presiden Mahmud Abbas berencana mengumumkan pemilu dipercepat. ''Dia mempercepat kepulangannya karena situasi di wilayah Palestina,'' kata pejabat Hamas Ahmad Yussef, kemarin. Abbas direncanakan berpidato Sabtu besok. Para staf Abbas mengatakan, presiden Palestina itu kemungkinan akan menyerukan pemilu dipercepat untuk memilih presiden dan anggota parlemen. Sebab, perundingan pembentukan pemerintahan koalisi telah gagal. Juru bicara Misi Bantuan Eropa menyatakan belum mengetahui informasi lebih terperinci mengenai Haniyeh. Sampai berita ini diturunkan, PM Palestina itu masih berada di perbatasan Mesir. (rtr-ben-26) |