logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Desember 2006 INTERNASIONAL
Line

Konvoi Wapres Irak Diserang di Bagdad

BAGDAD - Kelompok orang bersenjata menyerang konvoi Wakil Presiden Irak Abdel Abdul Mahdi, di Bagdad, Kamis kemarin. Namun tidak ada laporan mengenai korban.

Tetapi seorang staf Mahdi membantah adanya serangan itu dan mengatakan wakil presiden berada di kantornya.

Dua pejabat Kementerian Dalam Negeri mengemukakan kepada Reuters, Mahdi berada dalam konvoi itu tapi tidak terluka. Salah seorang staf Mahdi menelepon minta bantuan militer Amerika Serikat dan pasukan keamanan Irak, kata salah seorang pejabat itu.

Menurut pejabat kementerian itu, pasukan AS dan Irak di lokasi itu mengamankan daerah tersebut dan mengawal konvoi dengan selamat. Para wartawan di lokasi itu mendengar suara tembakan keras.

Perincian serangan tersebut tidak lengkap namun para pejabat kementerian itu mengatakan peristiwa tersebut terjadi dekat distrik Jamiaa, satu daerah yang sebagian besar dihuni warga Suni di Bagdad barat.

Anggota pemerintah yang dipimpin Syiah dan parlemen sering menjadi sasaran penembakan dan pemboman dalam bulan-bulan belakangan ini. Irak dilanda kekerasan sektarian antara minoritas Suni dan Syiah yang menewaskan puluhan ribu orang.

Penculikan Massal

Sementara itu sekelompok orang bersenjata menculik sekitar 70 orang dari kawasan perdagangan di Bagdad tengah, kemarin. Peristiwa itu merupakan penculikan massal kedua di ibu kota Irak itu dalam sebulan terakhir.

Saksi mata menuturkan, para penculik menyamar memakai seragam militer. Dengan menggunakan sekitar 10 minibus, mereka menyerbu kawasan Al-Sanak dan menangkap para pemilik toko dan orang-orang yang sedang lewat. Polisi mengatakan, sekitar 50 sampai 70 orang diculik dari kawasan itu.

Distrik Al-Sanak adalah salah satu kawasan komersial di Bagdad. Toko-toko di distrik itu dimiliki oleh kaum muslim Syiah, Suni, dan lainnya. Belum jelas, mengapa lokasi itu menjadi sasaran para penculik.

Namun sebagian pihak mencurigai para pelaku adalah milisi yang selama ini mengobarkan kekerasan sektarian dan aksi-aksi penculikan untuk menuntut tebusan. (ap-ben-ant-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA