logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Desember 2006 EKONOMI
Line

Enam CEO Terpilih Tokoh Finansial 2006

  • Termasuk Hariyono, Dirut Bank Jateng

JAKARTA-Enam CEO (Chief Executive Officer) dari industri pasar modal, asuransi, perbankan dan multifinance dinobatkan sebagai Tokoh Finansial Indonesia (TFI) 2006.

Mereka adalah Hariyono, CEO PT Bank Jawa Tengah, D Aditya Sumanagara (PT Aneka Tambang Tbk), Lilu Widjaja (PT Merrill Lynch Indonesia), Pramukti Surjaudaja (PT Bank NISP Tbk), Orie Andari Sitedja (PT Asuransi Kesehatan Persero), dan Benny Wenas ( PT Wahana Ottomitra Multifinance).

Selain itu juga diberikan penghargaan kepada para tokoh yang dinilai sukses mengembangkan perusahaan dan memberi kontribusi terhadap industri keuangan domestik. Penghargaan itu diserahkan pada acara penobatan tokoh finansial 2006 versi Majalah Investor, di Hotel Four Seasons Rabu (13/12) malam lalu.

Ada enam katagori penghargaan yang diberikan, yakni tokoh emiten, tokoh sekuritas, tokoh perbankan nasional, tokoh perbankan daerah, tokoh asuransi, dan tokoh multifinance.

"Pemberian penghargaan ini, dibuat untuk memotivasi para pelaku di industri finansial agar berlomba melakukan hal yang terbaik di bidangnya. Jadi bisa ikut mendorong perkembangan pasar finansial di tanah air," kata Primus Dorimulu, Pemred Majalah Investor.

Dia menyebutkan, proses penjurian TFI berlangsung sejak pertengahan Oktober 2006. Dewan juri dipilih dari profesional yang pernah berkarier di lingkungan finansial dan praktisi finansial. Misalnya, Ketua Dewan Juri Rudjito.

Dia juga ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, mantan CEO Bank BRI dan peraih gelar tokoh finansial Indonesia 2004 kategori perbankan.

Sedangkan anggota tim juri lain, yakni Felia Salim, Komisaris BNI dan mantan Direktur BEJ; Hotbonar Sinaga, mantan ketua Dewan Asuransi Indonesia; Rhenald Kasali (pakar manajemen), Eddy Praptono, Ketua Asosiasi Dana Pensiun Indonesia dan Baradita Katoppo, Presdir Fitch Rating Indonesia.

"Atas kesepakatan dewan juri, seleksi awal ditetapkan berdasarkan kinerja finansial masing-masing perusahaan di sektornya. Pendekatan yang digunakan untuk menilai kinerja perusahaan adalah improvement, dan achievement. Setiap sektor dinilai berdasarkan kriteria masing-masing yang paling mempengaruhi pertumbuhan perusahaan," paparnya.

Kinerja emiten dinilai berdasarkan delapan kriteria, yakni return setahun, pertumbuhan penjualan tiga tahun, net operating margin, return on equity (ROE), asset turn over (ATO), volatilitas, likuiditas dan pertumbuhan laba operasi setahun. Sedangkan calon nominasinya diambil dari emiten terbaik pada masing-masing sektor.

Kinerja Finansial

Sedangkan untuk perbankan, kinerja finansial diukur menggunakan 13 kriteria, yaitu CAR, NPL, ROA, ROE, NIM, BPOPO, LDR, rasio tabungan, rasio pendapatan non bunga bersih. Kemudian pertumbuhan pendapatan operasional 2005, pertumbuhan laba operasional dua tahun, dan pertumbuhan kredit dua tahun.

Ditambahkan, penilaian atas kinerja perusahaan asuransi umum dan reasuransi menggunakan kriteria pertumbuhan kaset, ekuitas, cadangan klaim, premi neto, premi penutupan langsung, laba bersih dan hasil underwriting masing-masing selama 3 tahun.

Demikian pula dengan perusahan sekuritas, juga dinilai kinerja keuangannya berdasarkan 11 kriteria. Di antaranya, pertumbuhan pendapatan usaha dan pertumbuhan laba tiga tahun. Sedangkan penilaian kinerja multifinance menggunakan kriteria ROA, ROE, DER, pertumbuhan laba bersih, aset dan pertumbuhan pendapatan setahun.

"Perusahaan di lima sektor itu, dinilai kinerjanya berdasarkan kriteria masing-masing. Kemudian diseleksi kembali oleh juri TFI 2005 berdasarkan achievement dan improvement ROA dan ROE Desember 2004-2005, dan Juni 2005-2006. Khusus untuk perbankan, menggunakan laporan keuangan September 2006," paparnya.(bn-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA