| Jumat, 15 Desember 2006 | BANYUMAS |
Eks Gunungraja Akan Dijadikan Kebun KakaoBANJARNEGARA- Tanda tanya soal pengelolaan lahan seluas 4 hektar bekas longsor di Dusun Gunungraja, Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, terjawab sudah. Dalam waktu dekat ini, lahan tersebut akan dijadikan perkebunan kakao. Rencananya 4.000 bibit akan ditanam di lahan yang kini ditanami jagung itu. "Kami masih menunggu bibit-bibit kakao tersebut datang dari Dishutbun Pemprov," kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Banjarnegara, Ir Widadi Sutoto, kepada wartawan, Kamis (14/12). Selain di Gunungraja, 11 ribu bibit kakao juga akan dibagikan kepada keluarga korban bencana untuk ditanam di sekitar pemukiman. Adapun pengelolaan 4.000 bibit yang akan dikembangkan tersebut , ditangani oleh pemerintah desa setempat. Hasilnya digunakan untuk kepentingan warga. Pemilihan jenis tanaman kakao di kawasan itu, kata dia, dinilai cukup tepat. Mengingat, tanaman tersebut tergolong jenis tanaman konservasi yang bisa meresap air dan mencegah terjadinya longsor. Memang ada tanaman-tanaman lain yang bisa diberdayakan. Tapi kakao lebih memungkinkan, karena mempunyai fungsi konservasi. Selain itu, tanaman kakao juga sangat menguntungkan karena buahnya memiliki nilai jual tinggi. Tanaman tersebut mulai menghasilkan setelah berumur 3 tahun. Satu hektar lahan, paling sedikit mampu menghasilkan kakao sebanyak 2 ton. Harga kakao sampai saat ini bisa mencapai Rp 9.000/kg. "Jika program ini berhasil tentu bisa menguntungkan bagi masyarakat setempat," katanya. Meski demikian, upaya pengembangan kakao tersebut bukannya tanpa hambatan. Dalam pengolahan hasil produksi, masyarakat dipastikan masih akan menemui banyak kendala. Terutama dalam penyediaan alat-alat vermentasi. Karena itulah, dia berharap pada Pemprov bersedia membantu penyediaan alat-alat tersebut. "Pengelolaan kakao harus memperhatikan standar kualitas supaya harganya mampu bersaing dan tidak dipotong sehingga petani tak dirugikan," katanya. Sebelumnya, bibit kakao yang merupakan bantuan Pemprov tersebut telah ditanam di kawasan sentra kakao yakni di Desa Majalengka dan Gentansari, Kecamatan Bawang. Banjarnegara dalam tahun ini telah menerima bantuan sebanyak 140 ribu bibit kakao.(H25-55) |