| Jumat, 15 Desember 2006 | BANYUMAS |
Calon Kades Diminta Tak Libatkan PremanPURBALINGGA- Kapolres AKBP W Wira Wijaya meminta semua calon kepala desa yang akan maju pilkades 17 Desember mendatang untuk tidak menggunakan jasa preman. Mereka juga tidak boleh terlibat dalam praktik perjudian (botoh) dalam pesta demokrasi yang akan diikuti 413 calon kades di 152 desa se-Purbalingga itu. "Jangan melibatkan preman dan botoh. Apalagi sampai mendatangkan dari luar daerah. Anggota saya diam-diam akan mengamati siapa yang taruhan. Saya tidak akan segan-segan untuk menindak. Sebab tujuan pilkades itu bukan untuk berjudi tetapi memilih pemimpin yang terbaik di desa," katanya, Kamis (14/12). Kapolres menegaskan hal itu dalam apel damai yang diikuti seluruh calon kades di Pendapa Dipokusumo. Selain mengucapkan ikrar akan menjaga situasi dan kondisi kamtibmas sebelum, saat, dan setelah pilkades. Ikrar itu kemudian ditandatangani satu persatu di depan muspida, para camat, Danramil, dan kapolsek. Dia meminta para calon kades itu untuk siap kalah dan siap menang. Calon yang kalah harus bisa menerima dengan legawa. Kalah dan menang juga hal biasa dalam sebuah lomba atau pertandingan. Calon yang terpilih adalah yang terbaik di desa tersebut. Jangan Arogan "Saya tidak mau ambil risiko. Pilkades dan sesudahnya harus aman, tertib, dan lancar. Yang punya pendukung, boleh semangat tapi jangan arogan. Semua pihak harus bermain fair. Kalau ada yang sampai melanggar hukum, akan saya tindak sesuai hukum. Saya ingin Purbalingga tetap kondusif," tegasnya. Kapolres meminta para calon untuk menggunakan kesempatan pilkades itu sebagai sarana menampilkan kedewasaan dan sportivitas. Seperti halnya dalam olahraga, ada juara 1,2,3, harapan 1,2,3. Mereka yang gagal dalam pilkades tahun ini berarti masih ada harapan 6 tahun ke depan saat pilkades digelar lagi. Sebelum ikrar di pendapa, Kapolres mengadakan upacara gelar pasukan pengamanan pilkades di alun-alun yang diikuti lebih dari 1.400 petugas. Dalam kesempatan itu dia mengingatkan pelaksanaan pilkades di 152 serentak dalam satu hari adalah pertama kali di Jateng. "Jika pilkades ini berjalan aman dan tertib maka sistem pengamanannya akan dijadikan acuan di kabupaten lain di Jawa Tengah. Antisipasi kerawanan yang mungkin muncul berupa kampanye terselubung, pilitik uang, intimidasi, sabotase, atau penggagalan pelantikan," katanya. Kapolres mengingatkan kepada petugas pengamanan untuk menghindari tindakan dan sikap di lapangan yang arogan. Sebab sikap semacam itu justru akan menimbulkan antipati dan dapat memicu kemarahan warga yang menjurus kepada kerusuhan. Kenali dan pahami kondisi lingkungan TPS. Seusai upacara di alun-alun dilanjutkan pamer kekuatan seluruh personel yang ada. Dengan mengendarai kendaraannya masing-masing, para petugas keamanan itu melaju di jalan-jalan protokol dengan start-finish di alun-alun. (F10-42) |