logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 29 Nopember 2006 SALA
Line

Pabrik Busa Ludes Terbakar

  • Kerugian Capai Rp 750 Juta

SUKOHARJO - Kebakaran besar kembali terjadi di Sukoharjo. Kali ini, PT Atamira yang memproduksi busa dan spons di Jalan Kencur 24 Kwarasan, Grogol, Senin (27/11) pukul 22.30 terbakar.

Diduga, api berasal dari salah satu bangunan yang digunakan untuk menyimpan barang hasil produksi. Namun, sejauh ini belum diketahui penyebab kebakaran. Dugaan awalnya akibat korsleting.

Informasi yang dikumpulkan Suara Merdeka menyebutkan, kobaran api yang sudah membesar baru diketahui warga Kwarasan yang tinggal tidak jauh dari gudang penyimpanan barang. Ketika musibah terjadi, pabrik sudah tutup, sehingga hanya ditunggu penjaga malam.

Melihat pabrik dengan jumlah karyawan sekitar 30 orang itu terbakar, penjaga malam, Gimin Minto (38) berupaya menyelamatkan barang. Sementara beberapa warga menghubungi kantor kepolisian terdekat dan petugas pemadam kebakaran.

Beruntung, api belum melalap tempat penyimpanan bahan kimia dan alat untuk memproduksi barang. Jika kedua tempat itu terbakar, dikhawatirkan akan menyebabkan kebakaran yang jauh lebih besar dan merembet ke permukiman warga.

Kebakaran pabrik busa yang lokasinya tidak jauh dari perkampungan itu membuat panik warga.

Namun berkat upaya petugas pemadam kebakaran, kobaran api hanya berpusat di bangunan tempat penyimpanan barang. Upaya pemadaman berlangsung hingga Selasa pagi.

Lantaran jumlah barang yang terbakar cukup banyak, kerugian pabrik busa milik Undiyanto Sanjaya (35) itu diperkirakan Rp 750 juta.

Seperti dikemukakan Undiyanto, jam kerja karyawan perusahaan itu hingga sore hari. Sebelum terbakar, PT Atamira cukup banyak mendapat pesanan barang dari konsumen.

Stok hasil produksi yang sudah selesai dikerjakan disimpan di gudang tempat penyimpanan. Namun belum semua barang yang dipesan dikirim, kebakaran terjadi.

Pemilik pabrik merasa ganjil terhadap peristiwa itu. Sebab, lokasi pertama yang terbakar dari tempat penyimpanan barang. Padahal sejak para karyawan menghentikan aktivitas bekerja, tempat penyimpanan barang sudah dalam kondisi aman dan tertutup rapat.

Pihak kepolisian yang sedang menyelidiki kebakaran belum dapat memastikan penyebabnya. Menurut Kapolres AKBP Handono Warih melalui Kapolsek Grogol AKP Yuliantara, adanya faktor kelalaian atau kecelakaan masih diselidiki lebih lanjut.

''Untuk mengetahui penyebab kebakaran, petugas Puslabfor Polda Jateng akan menyelidikinya,'' tandas dia. (G11-67d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA