logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 29 Nopember 2006 SALA
Line

Petani Mangga Gagal Panen

  • Diserang Ulat

BOYOLALI - Ratusan tanaman mangga milik warga Kadus I Desa Sukorame, Kecamatan Musuk yang sedang berbuah, diserang hama ulat. Akibatnya, puluhan petani yang membudidayakan tanaman itu mengalami gagal panen.

Salah seorang petani mangga, Margono mengungkapkan, serangan hama ulat tersebut bukan kali pertama. Sebab beberapa musim sebelumnya, tanaman mangga yang dia tanam di sekitar pekarangan rumah juga pernah mengalami kondisi yang sama.

''Dahulu pernah terjadi. Hamanya juga ulat, dan dampaknya sama. Mangga membusuk sebelum berguguran dari pohonnya,'' ujar warga Dukuh Karangrejo, Desa Sukorame tersebut kepada Suara Merdeka , kemarin.

Nasib serupa juga dialami pada tanaman mangga milik Sumarmi yang juga warga Dukuh Karangrejo. Di pekarangan rumahnya, tanaman mangga miliknya juga diserang hama ulat hingga buahnya berjatuhan sebelum dipanen.

''Setiap hari minimal lima mangga berjatuhan karena serangan hama ini,'' ujarnya.

Menurut dia, serangan hama itu sudah terjadi beberapa minggu lalu. Menariknya, buah mangga yang diserang sekilas tak ada kelainan apa pun. Bahkan kulitnya masih tampak mulus. Namun setelah jatuh dari pohon akan diketahui buahnya telah busuk dan tak lagi bisa dijual.

''Jangankan dijual, untuk dikonsumsi sendiri saja rasanya jijik. Karena selain busuk, ulatnya juga banyak,'' tandas dia.

Prihatin

Selain terjadi di Dukuh Karangrejo, serangan ulat juga banyak menimpa pohon mangga milik warga di beberapa dukuh seperti Paingan dan Dukuh Duren, yang juga termasuk dalam wilayah Kadus I Desa Sukorame.

Selain jenis mangga manalagi, ada juga jenis lain yang dibudidayakan seperti gadung, kweni, dan pakel.

Munculnya serangan hama itu tak urung membuat masyarakat di wilayah tersebut menjadi prihatin. Apalagi hampir semua warga, terutama di Dukuh Karangrejo membudidayakan tanaman tersebut. Selain dengan menanam di sekitar pekarangan rumah, beberapa di antaranya menanamnya di ladang.

''Sudah beberapa musim ini kami tidak bisa menikmati hasil tanaman mangga. Sebab setiap kali sedang berbuah, hama ulat terus muncul,'' terang Margono.

Dia kemudian menjelaskan, sebelum ada serangan hama, hasil dari tanaman buah tersebut memang bisa diandalkan. Setiap pohonnya, jika dijual kepada tengkulak buahnya bisa laku sampai Rp 50.000. Sementara di pekarangan rumahnya saat ini terdapat 6-7 pohon mangga.

Sumarmi mengatakan, seringnya serangan hama menyerang pohon mangga di wilayah dukuhnya itu membuat tengkulak tak lagi datang saat musim panen.

Padahal sebelumnya, menjelang panen, hampir setiap hari para tengkulak berkeliling kampung untuk menebas (membeli dalam hitungan per pohon) pohon mangga. (G19-67d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA