logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 29 Nopember 2006 WACANA
Line

Surat Pembaca

Paperris

Saya perkenalkan Paperris (Paguyuban pendengar RRI Semarang) yang berdiri sejak 2000. Kegiatannya antara lain membantu kegiatan sosial di daerah bencana dan di kala senggang mengadakan semacam pilihan pendengar lewat telepon on air ke (024) 8316686 RRI Semarang.

Pendengarnya dari seluruh Indonesia, terbanyak Kalimantan/Sampit, Palangkaraya, Pontianak dan Sumatra dan beberapa kota di Jawa antara lain Rembang, Kudus, Cilacap, Gresik, Bojonegoro, juga Semarang dan sekitarnya. Jam siaran favorit antara pukul 11.00 s.d 12.30, 20.00 dan 22.30 s.d 24.00.

Contoh, pesanan lagu ke operator: "Saya Adhianto, Pedurungan Semarang minta lagu Layang Kangen dari Didi Kempot, teriring salam katur Bapak Kastawar, Pak Sabdo Palon, Pak Noto Sate Mranggen, Bu Vita Tegal, Pak Naya Busik Cilacap, Bu Dewi Mariyati Rembang dan seluruh pendengar di Nusantara".

Untuk hiburan segar di kala sore hari, saya mengajak anggota FPSP (Forum Penulis Surat Pembaca) memantau dan akan saya kirimi lagu serta salam. Paperris dikelola RRI Semarang, sedang keanggotaan saya sedang dalam proses. Meski begitu saya telah meramaikan frekuensi sejak sebulan lalu dan telah berkali-kali menerima salam yang membesarkan hati bila disenggol.

Adhianto

Jl Mahesa Mukti A36, Semarang

***

Soal Iguana Mati

Menanggapi tulisan ibu Sulistiyani di Surat Pembaca 19 November 2006, manajemen Klinik Griya Satwa Lestari Semarang menjelaskan sbb: Tanggal 11 November 2006, seseorang membawa Iguana betina umur 5 tahun atas nama pemilik Sdr Anang Jl Gaharu Utara Dalam III/151.

Iguana tersebut dibawa Sdri Lisa., keponakan ibu Sulistiyani selaku pemilik. Pasien ditangani Drh Anna Ekawati didampingi Drh Dadang serta paramedis Beni.

Pemeriksaan klinis menunjukkan kondisi hewan mengalami dehidrasi berat, sesak nafas, mulut penuh saliva kental, sariawan, ekdisis (pergantian kulit) tidak sempurna, batuk dan pilek.

Diagnosa mengarah ke gangguan pernafasan kronis (pneumonia) hingga diberi prognosa infausta (harapan sembuh kecil). Tindakan pertama, mengurangi dehidrasinya dengan memberi terapi infuse ringer Dextrose 5% secara sub cutan sebanyak 50 cc.

Kemudian injeksi Duradrill 0,3 cc secara sub cutan untuk meralaksasi otot-otot polos saluran pernafasan agar mengurangi sesak nafasnya dan injeksi Dxytral 0,5 cc secara inta muscular di otot femur sebagai antibiotiknya. (fotokopi kartu pasien terlampir).

Pasien dirawat jalan dengan resep Rifampicin syrup diberikan 2x2,5 cc, Mucopect syrup 2x 2,5 cc dan Gurcuma syrup l x 1 cc. Kami beri advis untuk telaten merawat, karena iguana dalam kondisi sakit parah. Pada 12 November 2006. klien telepon ke Drh Anna dan janji akan bawa kembali iguana ke klinik.

Tanggal 13 November 2006 karena kesibukannya dr Anna tidak bisa menerima telepon langsung tetapi Sdri Maya bagian administrasi klinik sudah menyarankan agar iguana dibawa ke klinik. Ternyata tidak kunjung datang sampai kami menerima kabar iguana tersebut mati.

Tanggal 14 November 2006 Sdri Lisa mendatangi rumah Drh Anna untuk minta tanggung jawab. Malam harinya Drh Anna menemui Ibu Sulistiyani untuk menjelaskan detail kondisi pasien. Kami bisa mempertanggungjawabkan pelayanan medis karena perlakuan dan pengobatan sesuai standar prosedur pengobatan yang berlaku (nasional dan internasional).

Kami tak dapat memenuhi permintaan mengganti iguana yang mati seperti keinginan Ibu. Tetapi memahami perasaan ibu yang kehilangan hewan kesayangannya dan mohon maaf karena upaya maksimal yang kami lakukan tidak dapat menyelamatkan hewan itu.

Drh Th Anna Ekawati

Manajemen Griya Satwa Lestari

***

Terima Kasih BNI

Beberapa waktu lalu saya mengambil tabungan di BNI Karangayu Semarang, Sepertiebiasa uang langsung saya bawa pulang. Tetapi sampai di rumah baru saya ketahui, ada satu bendel uang yang lusuh sekali bahkan beberapa lembar sobek dan rusak.

Sya memberitahukan keadaan uang tersebut ke Bank BNI Karanganyu dan mendapat jawaban ramah. Dia mengatakan kalau kertas bendelnya masih ada dapat ditukar, suatu hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Akhirnya uang dapat ditukarkan dengan yang bagus. Pelayanan yang baik dan ramah di BNI ini semoga dapat menjadikan kepuasan tersendiri bagi nasabah.

Tri Agus Suharijanto

Semarang Indah 1/4, Semarang

***

Tentang Patas Coyo

Naik bus Patas memang lebih mahal daripada bus Ekonomi, karena dari segi fasilitas, kenyamanan dan keamanan. Tapi yang pasti, faktor waktu sering diutamakan para penumpang bus Patas. Saya salah satu penumpang Patas jurusan Tegal. Biasanya dari Terminal Terboyo pukul 16.30 naik sembarang bus Patas.

Kebetulan saat itu PO Coyo sedang tunggu penumpang beberapa menit, tapi di agen ngetem lama banget sekitar 30 menit. Kecepatannya pun terbatas (lambat). Alhasil sampai di tempat tujuan sekitar pukul 21.30, apalagi kalau ban bocor atau macet pasti larut malam sampai di kota tujuan.

Untungnya tempat saya di pinggir jalan raya sehingga tidak perlu naik angkutan lagi. Pernah juga keluar dari agen pukul 18.30 karena angkatan terakhir (kata sopir) ada 2 karyawan yang ikut ke Tegal. Mereka belum persiapan, baru mandi, dandan dan jalan dengan melenggang santai tanpa menyadari banyak penumpang yang menunggu.

Hasilnya jam karet, penumpang penuh, jenuh, jengkel karena waktunya molor dan kecewa atas pelayanan PO Coyo. "Daripada naik Patas mending naik bus Ekonomi lebih cepat", gerutu seorang.

Perbaiki sistem menajemen bila tidak ingin penumpang pindah ke lain PO yang lebih on time. Ingat cerita keong versus kancil balapan lari.

Retno Prihatin S

Jati Kulon 67 Rt 2/Rw 1, Kudus

***

Mobil Dinas

Mobil dengan aksesoris yang lengkap

Mobil dengan cat yang menyilaukan mata

Itulah teman mobil dinas

Mobil yang selalu ingin baru

Kalau tak baru si pemakai ngambek

Itulah pejabat tingkat tinggi

Hujan tak kehujanan

Panas pun tak kepanasan

Itulah kenikmatan naik mobil dinas

AC yang dingin

Interior yang menarik

Jok kulit dengan busa tebal

Tapi apa bangga dengan mobil dinas

Mobil milik rakyat

Dan pejabat hanya meminjam

Meminjam dengan kesombongannya

Lihatlah gerobak itu

Dari kayu yang rapuh

Dan ban yang kempes

Namun yang punya bangga

Dia juga tak malu bejalan dengannya

Karena gerobak itu miliknya

Dan dia sangat mencintainya

Dia juga senang merawatnya

Itulah kelebihan si Empunya

Tidak seperti pejabat

Dia hanya rnau memakai

Memakai sesuka mereka

Namun akhirnya pasti meminta

Meminta-minta pada kita

Untuk mengkasihi mereka

Bagas Luhur P

Jl Domas 9A, Salatiga

***

Tanggapan Coca-Cola

Menanggapi tulisan Drs Anies Joko P Jl Taman Sawunggaling Blok B/6 Semarang yang dimuat 23 November 2006, manajemen PT Coca-Cola Bottling Indonesia Jateng mengucapkan terima kasih. Kami jelaskan saat kantor distribusi Sales Center Semarang Jl Hanoman 6 menerima telepon, tim kami telah merespon.

Tim beberapa kali mengunjungi ke toko di Jl Kelud Raya 38 Semarang untuk penarikan kulkas dan botol kosong. Namun tidak berhasil mungkin karena toko sudah tidak beroperasi (tutup) sehingga tidak seorang pun yang ada di sana.

Untuk itu mohon maaf karena belum bisa berkomunikasi. Tetapi setelah surat pembaca Bapak dimuat, keesokan harinya kami bisa komunikasi dan langsung mengambil kulkas dan botol kosong tersebut. Dengan demikian masalah telah selesai.

Lucia Arry Widayanti

Public Relations Dept PT Coca-Cola Bawen


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA