logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 29 Nopember 2006 NASIONAL
Line

Lagi Bus Rem Blong, Tabrakan Karambol

  • Satu Tewas, 14 Luka-luka

TERGULING: Angkota jurusan Banyumanik-Johar H-1167-BG terguling di jalur penyelamat Gombel setelah ditabrak bus Bergas Jaya yang mengalami rem blong di Jl Setiabudi, Selasa (28/11). (57v)

SEMARANG - Hanya berselang tiga hari setelah kecelakaan Bus PO Rosalia Indah di Tol Tembalang, tabrakan yang diduga karena bus rem blong dan mengakibatkan jatuh korban tewas serta luka-luka, kembali terjadi Selasa (28/11).

Kecelakaan itu terjadi pada pukul 09.45 di jalur menurun, arah selatan ke utara, Jl Dr Setiabudi, Gombel, Banyumanik. Saat itu, Bus PO Bergas Jaya H-2636-EA warna kuning yang dikemudikan Winarno dengan 15 penumpang, tiba-tiba berjalan oleng.

Penumpang yang terdiri atas beberapa pemuda, ibu rumah tangga, dan satu anak balita itu menjadi panik. Apalagi sang sopir, warga RT 2 RW 12, Sasak, Penadaran, Grobogan, itu juga terlihat panik. Sambil mengotak-atik tuas persneling, dia berulang-ulang menginjak pedal rem.

Saat bus melintasi Fanny Cottage dan di depannya meluncur Kijang mikrolet H-1167-BG jurusan Banyumanik-Johar, sopir dan penumpang semakin panik. Sebab bus meluncur cukup kencang. Akibatnya, mikrolet dengan lima penumpang di dalamnya itu disodok hingga masuk dan terguling di jalur penyelamat. Empat orang pun terluka parah, termasuk sopir Poniman warga RT 24 RW 10, Petengan, Klaten.

Akibatnya, saat di depannya meluncur sepeda motor Honda Grand H-3002-RS, benturan keras sulit dihindarkan. Motor langsung tertabrak dan terseret 10 meter. Pengendara seorang pria berumur 25 tahun yang belum diketahui identitasnya, tewas seketika di lokasi kejadian.

Turunan

Bus yang sudah menelan satu korban jiwa itu pun belum berhenti. Kondisi jalan yang menurun tajam, membuat kendaraan itu terus melaju tanpa kendali. Bahkan, hampir terguling saat melewati tikungan tajam di jalur tersebut. Tidak jauh dari lokasi sepeda motor tertabrak, anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Brigadir Kepala (Bripka) Kuwatono sedang berjalan pelan mengendarai Suzuki Shogun H-5049-PW.

Bus kembali membentur keras bagian belakang sepeda motor yang dikendarai bintara polisi lalu-lintas itu. Pengendaranya pun terpelanting dan motor terseret 25 meter. Lepas dari turunan tajam Gombel, dalam waktu hampir bersamaan, sebuah mobil station Mitsubishi L-300 H-8488-DG yang disopiri Budi (40) dengan penumpang Kepala Sekolah Permata Bangsa Laurents Wont (50), keluar dari sekolah di Jl Gombel Lama.

Total kendaraan yang disikat bus itu dua mobil dan dua sepeda motor. Dengan satu korban tewas dan 14 luka-luka.(D12-64m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA