| Rabu, 29 Nopember 2006 | NASIONAL |
Kloter 1 Terlambat SejamSOLO - Kloter pertama jamaah haji embarkasi Solo kemarin pemberangkatannya mengalami keterlambatan satu jam. Hal itu disebabkan terjadi kerusakan hidraulik pintu depan pesawat. Akibatnya, pintu Airbus A-330 buatan Prancis tahun 1997 itu tak bisa dikunci secara sempurna. Gubernur H Mardiyanto yang melepas para jamaah, terpaksa menunggu perbaikan pintu di apron (tempat parkir pesawat). Gubernur dan rombongan berlindung dari sinar matahari dengan payung sambil menyaksikan lima mekanik pesawat yang berkebangsaan Inggris memperbaiki kerusakan. Pintu pesawat itu sebenarnya bisa ditutup, tetapi pengunciannya tidak bisa sempurna. Meskipun pintu tertutup, light indicator pada pintu masih terus menyala. Seharusnya begitu pintu tertutup, light indicator mati. Seorang pegawai Angkasa Pura I mengatakan, masalah ini tidak bisa dianggap gangguan kecil, sehingga harus memperoleh perhatian serius. Setelah perbaikan selesai dalam waktu lebih kurang 40 menit, pesawat akhirnya take off pukul 09.55, atau terlambat tepat satu jam. Menurut jadwal, seharusnya pesawat meninggalkan landasan pukul 08.55. Direktur Penjualan dan Pemasaran Garuda Agus Priyanto yang berada di lokasi pesawat menjelaskan, meskipun pemberangkatan mengalami keterlambatan, namun para jamaah akan tiba di Bandara Jeddah, Arab Saudi, sesuai jadwal yang ditentukan. Kecepatan terbang akan ditambah dan waktu pengisian BBM di Batam juga dipercepat. ''Nanti dikebut di atas dan waktu pengisian bahan bakar di Batam dipersingkat,'' ujarnya. General Manager Garuda Solo Moch Taufan Hidayat menambahkan, pesawat tersebut sebelumnya tidak apa-apa. Pesawat yang telah datang tiga hari sebelumnya sudah dicek seluruhnya dan kondisinya bagus. (Kerusakan-Red) ini di luar dugaan,'' katanya. Terus Disempurnakan Usai melepas para jamaah, kepada wartawan Gubernur H Mardiyanto berjanji akan terus berusaha meningkatkan pelayanan kepada para calon haji di Asrama Donohudan, Boyolali. Menurut Gubernur, jumlah jamaah haji Jateng terus mengalami peningkatan. Sehubungan dengan hal itu Pemprov harus meningkatkan pelayanan kepada mereka dan asrama haji berusaha disempurnakan terus. Untuk itu perlu adanya respons dari semua pihak berkait dengan pembiayaannya. Tentang dibangunnya kamar-kamar VIP di Asrama Donohudan, ia menegaskan, bukan untuk jamaah haji. Ditegaskan pula, para calon haji yang masuk Asrama Donohudan diperlakukan sama. Kamar-kamar tersebut disediakan untuk keperluan peserta seminar-seminar di luar musim haji. Ia mengungkapkan, selama ini banyak permintaan menggunakan asrama haji untuk seminar-seminar, tetapi setelah melihat fasilitas yang tersedia, akhirnya tidak jadi. Dari embarkasi Solo, kemarin, diberangkatkan tiga kloter dengan jumlah 1.210 jamaah dan petugas. Mereka berasal dari Kota Semarang, Sragen, dan Wonogiri. Adapun Rabu ini juga terdapat tiga kloter sebanyak 405 orang, berasal dari Purbalingga, Banyumas, dan Kota Semarang. Sementara itu, semalam diperoleh keterangan, empat orang jamaah terpaksa tidak jadi diberangkatkan karena dua di antaranya menderita sakit sehingga harus dirujuk ke RS Dr Muwardi, Solo. Humas Embarkasi Achmad Su'aidi mengatakan, jamaah yang tertunda keberangkatannya adalah Siti Mardinah (45) asal Sragen. Wanita ini menderita penyakit kekurangan darah sehingga keberangkatannya ditunda. Karena istri dirujuk ke RS, suaminya juga ikut tertunda keberangkatannya.(bt-64v) |