logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 29 Nopember 2006 SEMARANG
Line

Jelang Musim Hujan, DPLH Lakukan Penataan Pohon

SALATIGA- Banyak pohon peneduh di Kota Salatiga yang umurnya sudah cukup tua dan rentan roboh maupun patah dahannya. Memasuki musim hujan ini, pohon-pohon peneduh tersebut tentunya cukup membahayakan apabila tidak dirawat dengan baik.

Sebagai contoh, saat angin kencang dan hujan deras melanda Salatiga beberapa waktu lalu, sebuah mobil tertimpa dahan pohon yang cukup besar.

Sebuah warung makan di depan kampus UKSW pun rusak berat karena tertimpa pohon peneduh yang roboh.

Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Kota Salatiga yang menangani permasalahan tersebut sudah melakukan berbagai tindakan pencegahan.

Salah satunya adalah dengan melakukan perempelan dahan bagi pohon yang sudah cukup besar ukurannya.

"Kami sudah melakukan perempelan pohon peneduh sejak sekitar sebulan lalu di berbagai tempat yang pohonnya dinilai sudah membahayakan," ungkap Kepala DPLH Drs Ady Suprapto MSi pada Suara Merdeka Selasa (28/11).

Beberapa tempat yang sudah dirempeli di antaranya di sekitar Lapangan Pancasila, Jl Diponegoro (Depan kampus UKSW, dan juga Jl Letjen Sukowati depan kompleks Balai Kota Salatiga.

Menurutnya, usia pohon peneduh di kota usianya sebenarnya belum terlalu tua, rata-rata berkisar 20 tahunan.

Yang cukup tua, lanjutnya, adalah pohon-pohon yang berada di sekitar kompleks balai kota yang usianya sudah mencapai lebih dari 50 tahun.

Namun demikian DPLH mengalami kendala dalam melakukan penataan pohon peneduh tersebut.

Menurutnya perlu waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan penataan.

Hal itu dikarenakan dalam melakukan perempelan masih mengandalkan alat-alat biasa dan dilakukan secara manual.

Selain penataan, lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya juga melakukan penanaman berbagai pohon baru di ruas-ruas jalan tertentu.

Jenis pohon itu di antaranya mahoni, glodokan, asem ranji, dan juga palm. Pohon tersebut rencananya akan ditanam di Jl Patimura dan Imam Bonjol.

Ditambahkannya, untuk jenis palm pihaknya telah menyiapkan 600 bibit guna ditanam di jalur lingkar selatan. Saat ini DPLH telah membuat 200 lubang untuk tanaman tersebut di jalan yang saat ini sedang dalam proses penggantian itu.

Jalan lingkar itu panjangnya mencapai 12 kilometer, dengan demikian diperlukan 2.400 pohon palm untuk datanam disana.

"Jarak satu pohon dengan lainnya lima meter, maka diperlukan cukup banyak palm untuk ditanam disana," katanya. (H23-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA