| Rabu, 29 Nopember 2006 | SEMARANG |
Akhirnya Puyuh Positif AI DimusnahkanDEMAK- Tiga peternak di Dusun Sekarpetak, Desa/Kecamatan Kebonagung yang keberatan ternak puyuhnya dimusnahkan meski positif terjangkit virus avian influenza (AI), akhirnya berubah pikiran. Mereka merelakan ribuan puyuh dimusnahkan secara massal, setelah dari hari ke hari jumlah unggas yang mati terus bertambah. Ketiga peternak itu adalah Sunarto (42), Pujiono (48), dan Abdul Fatah (51). Sunarto mempunyai 2.500 ekor puyuh, Pujianto (2.000), dan Abdul Fatah (1.000 ekor). Pemusnahan dilakukan petugas dari Subdin Peternakan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Demak di pekarangan dekat rumah ketiga peternak. Pemusnahan dilakukan dengan cara disembelih, dibakar, dan dikubur dalam tanah. Sebelumnya, pada Kamis (23/11) Kasi Kesehatan Hewan, dokter hewan Sudaryanti melakukan uji cepat pada sampel puyuh yang sakit milik para peternak. Hasilnya menunjukkan unggas milik mereka positif terkena flu burung, sehingga disarankan dibakar secara massal. Namun mereka menolak, karena melihat banyak puyuh masih tampak sehat. Dalam pandangan para peternak, virus AI dapat ditekan dengan mengisolasi unggas yang sakit dan memberi tambahan vitamin pada unggas yang sehat. Upaya keras mereka tidak membuahkan hasil, terbukti hari demi hari jumlah puyuh yang mati terus bertambah. ''Memang sebaiknya jika ada unggas yang positif terkena virus AI harus dimusnahkan. Jika tidak, berpotensi menular pada manusia,'' kata Sudaryanti. (H1-16s) |