| Rabu, 29 Nopember 2006 | SEMARANG |
Piket Banjir Terpadu 24 Jam Diminta DiaktifkanGROBOGAN - Pihak terkait yang berurusan dengan tugas pengendalian banjir, tanah longsor, angin topan, dan lainnya diminta Bupati H Bambang Pudjiono untuk mengaktifkan piket terpadu selama 24 jam secara bergiliran di ruang sekretaris pribadi (sekpri) Bupati Jl Gatot Subroto Purwodadi atau ruang saluran telepon (santel) Setda. Hal itu diminta karena bencana angin topan mulai terjadi di daerah itu. Bahkan selama November ini, telah terjadi beberapa kali angin kencang. Di antaranya di Purwodadi, Ngraji, Tanggungharjo, dan Sugihmanik. Meski tidak ada korban jiwa, genteng-genteng rumah penduduk di beberapa desa itu rusak. ''Melalui piket itu, kita dapat mengoordinasikan kepada pihak-pihak terkait untuk membantu penanganan dalam kejadian tersebut di lokasi bencana, sehingga korban dapat dievakuasi dengan cepat dan tuntas,'' kata Bupati Grobogan H Bambang Pudjiono, kemarin. Sebelum itu, dia juga menekankan kepada pihak terkait untuk mempersiapkan semua peralatan yang digunakan untuk penanganan berbagai bencana. Misalnya perahu karet, pelampung, tenda pengungsi, skop, obat-obatan, beras, dan mi kering. Bila perlu Bidang Sosial dan PMI menyediakan barang-barang yang lazim diperbantukan untuk korban bencana alam. Dengan demiian, ketika dibutuhkan, barang tersebut bisa langsung diambil untuk diantar ke lokasi bencana. ''Jadi, yang siap 24 jam itu tidak sekadar petugas piketnya, tetapi barang-barang yang dibutuhkan korban bencana juga tersedia di tempat,'' ujar Bupati. Persiapan itu menurutnya akan lebih bagus bila diapelkan di lapangan terbuka dengan dihadiri semua pihak terkait, termasuk Polres, Kodim, Satpol PP, Kapermas Kesbanglinmas, Bagian Sosial, dan Dinas Kesehatan. ''Dahulu sebelum piket bencana diberlakukan, selalu didahului dengan apel siaga penanganan bencana alam,'' jelasnya. Bupati mengaku telah menginstruksikan Kapermas Kesbanglinmas dan Bagian Sosial Setda untuk mempersiapkan semua itu dalam minggu ini. Bahkan semakin cepat penanganannya dinilai semakin bagus sehingga ketika bencana datang, tim piket bencana 24 jam itu sudah terwujud. Sementara itu, bantuan dari anggaran tak tersangka Rp 275 juta untuk penanganan bencana banjir, tanah longsor, angin topan, dan lainnya belum dapat diambil. Sebab, uang untuk itu belum tersedia di Bagian Keuangan Setda. Namun Kasubag Kesra di Bagian Sosial Pemkab Grobogan Komang mengaku sudah mendapatkan Rp 40 juta dari Bagian Keuangan. Uang itu langsung digunakan untuk membantu 147 korban angin kencang di Tanggungharjo dan Sugihmanik. Selebihnya digunakan untuk membantu pengedropan air bersih bekerja sama dengan PDAM ke desa-desa yang membutuhkan. ''Sampai kemarin masih banyak desa yang kekeringan karena hujan belum turun secara merata. Di antaranya desa-desa di Kradenan, Gabus, Pulokulon, Ngaringan, Wirosari, Tawangharjoi, dan Grobogan,'' kata Komang. (A23-16n) |