| Rabu, 29 Nopember 2006 | SEMARANG |
Dibangun Separo Luas SimpanglimaAlun-alun Baru di PedurunganSEMARANG - Untuk memecah keramaian di Simpanglima, Pemkot Semarang sebenarnya telah memiliki konsep pembangunan alun-alun baru. Salah satunya di kawasan Pedurungan. Duplikat Simpanglima itu nantinya akan dibangun separo luas Lapangan Pancasila saat ini yang mencapai sekitar 34.188 m2. Kabid Perencanaan III Bappeda Kota Semarang M Farchan menerangkan, konsep tersebut sudah masuk dalam Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK). Namun, realisasi pembangunan yang diperkirakan di sekitar GOR Manunggal Jati itu masih harus menunggu dana. Mengenai lahan, Pemkot telah memiliki pilihan, yakni lahan kosong milik Telkom di kawasan tersebut. ''Tapi kami masih harus membicarakan lebih dahulu mengenai lahan itu dengan pemiliknya,'' ujar Farchan ketika ditemui Suara Merdeka di kantornya, kemarin. Sebagai gambaran, dia mengatakan, bundaran itu nantinya akan didirikan memotong Jalan Majapahit, tepat di jalur menuju GOR Manunggal Jati. Di sisi utara, ada Jalan Taman Majapahit yang menghubungkan ke Perumahan Kekancan Mukti dan lahan kosong seluas 61 hektare di Tlogomulyo yang dipersiapkan untuk kawasan kampus. Adapun di sisi selatan, adalah jalan baru yang akan dibangun menuju Sendangmulyo. Dia menyebutkan, bundaran yang dibangun nantinya dikembangkan seperti Simpanglima saat ini. Ditanya apakah lahan itu ke depan akan berfungsi sebagai tempat perdagangan dan jasa, dia enggan menjawab. Konsep yang ada nantinya masih harus melalui kajian sehingga alun-alun itu akan dibuat seperti Simpanglima saat ini atau lebih mirip Taman Menteri Supeno (Taman KB) dengan sejumlah vegetasi besar. ''Yang jelas, lapangan ini nantinya akan menciptakan ruang publik baru, tapi luasnya tidak sebesar Simpanglima. Diupayakan begini, supaya ada titik-titik pertumbuhan baru di daerah periferi (pinggiran),'' jelasnya. Lebih lanjut dia menegaskan, kawasan itu diperuntukkan sebagai titik pertumbuhan baru, ruang publik (public space), ikon, dan pendukung Simpanglima. Tentang kemungkinan peruntukannya, harus disesuaikan dengan sifat kawasan di sekitar itu, apakah permukiman, budaya, atau bahkan religius. ''Belum tentu kawasannya sama seperti yang lama (Simpanglima-Red). Anehnya, kalau bicara soal alun-alun terjemahannya pasti perdagangan dan jasa,'' tandasnya. Selain di Pedurungan, Pemkot berencana membuka ''Simpanglima'' baru yang lain di Kecamatan Mijen. Lahannya ada di kawasan Bukit Semarang Baru (BSB) di Jalan Semarang-Boja, yang luasnya diperkirakan seperempat Simpanglima. (H12,H9-62) |