logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 29 Nopember 2006 SEMARANG
Line

Tangkal Pengaruh Buruk Budaya Asing

"Kunci Utamanya Cinta Tanah Air"

SEMARANG - DPD KNPI Jateng bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), baru-baru ini, menyelenggarakan acara bertema ''Membangun Kembali Kebudayaan dan Kepribadian Bangsa lewat Seni Budaya'', di halaman gedung DPRD Jateng. Dalam acara itu ditampilkan beragam kesenian dan kebudayaan, antara lain bundengan (Wonosobo), gambusan (Pekalongan), pembacaan puisi oleh Sosiawan Leak (Solo), ruwatan (Jepara), jamjanen (Kebumen), dan barongsai (Semarang).

Ketua DPD KNPI Jateng Hendi Hendrar Prihadi SE MM mengungkapkan, kegiatan itu termasuk program pemberdayaan pemuda di bidang kesenian dan kebudayaan.

''Kegiatan itu sekaligus wujud kepedulian kami terhadap kelestarian seni budaya bangsa dari bahaya pengaruh buruk kebudayaan asing yang masuk secara gencar. Kami berharap kegiatan ini dapat dijadikan sebagai momentum mencintai seni budaya bangsa,'' jelas dia didampingi Wakil Ketua DPD KNPI Jateng Farhan Hilmi SSos.

Menurut Hendi, banyak budaya luar yang ditelan mentah-mentah oleh pemuda Indonesia, seperti free sex, pornografi, dan kekerasan seperti dalam tayangan televisi. Hampir 90% budaya asing masuk ke Indonesia sebagai akibat dari kemajuan teknologi.

''Kemajuan teknologi tidak bisa dihalangi. Untuk menangkal pengaruh buruk, kuncinya, masyarakat harus memiliki rasa cinta tanah air. Dengan demikian, apa pun budaya luar yang masuk, akan tersaring dengan sendirinya,'' tegasnya.

Bagaimana peran pemerintah mengatasi hal itu? Hendi mengungkapkan, pemerintah telah menjalankan tugasnya sebagai fasilitator. Selebihnya, kembali kepada masyarakat untuk menyerap dan menyaring mana yang baik.

''Masyarakat harus dapat menjadikan kemajemukan di dalam masyarakat sebagai kekuatan untuk melestarikan budaya bangsa. Contohnya, melalui transfer budaya antardaerah sehingga dapat saling mempelajari budaya satu sama lain,'' tuturnya.

Forum Seni

Ketua PMII Jateng Mahbub Zaki menuturkan, kegiatan itu sebagai langkah awal membangkitkan rasa memiliki budaya sendiri di kalangan anak muda.

''Kesenian dan kebudayaan yang kami tampilkan malam ini juga memiliki ruang yang sama dengan kesenian lain untuk tampil di depan publik,'' ujarnya.

Menurut dia, kegiatan itu bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda betapa pentingnya melestarikan kebudayaan bangsa.

Apalagi banyak tradisi asli yang sudah hilang, seperti menjamurnya budaya konsumerisme sehingga anak muda lebih menyukai belanja di mal daripada di pasar tradisional. Ke depan, PMII akan memanfaatkan pertemuan rutin bulanan di 21 kabupaten untuk menggelar forum seni.

''Kegiatan itu otomatis akan menarik perhatian masyarakat untuk menonton dan mencoba memahaminya.'' (H10-56n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA