logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 29 Nopember 2006 SEMARANG
Line

Tiga Penjambret Ditangkap, Seorang Buron

SEMARANG- Tiga dari empat anggota kawanan jambret yang malang-melintang di Kota Semarang sejak 2004, berhasil diringkus Unit Reserse Mobil (Resmob) Polwiltabes, Selasa (28/11).

Penangkapan itu setelah unit yang dipimpin Iptu Yahya R Lihu SH, mengembangkan informasi soal keterlibatan seorang karyawan sebuah perusahaan swasta di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Heri Yuswanto alias Yosi (28).

Informasi tersebut dikuatkan seorang informan yang melapor bahwa karyawan itu beralamat di Perum Graha Mukti Utama Blok G/17 RT 3 RW 11. Dalam beroperasi kerap berpasangan dengan Rudi Santoso alias Abas (28). Abas tercatat sebagai warga Jl Muwardi Timur Gang V RT 5 RW 5, Kelurahan Kalicari, Kecamatan Pedurungan, sudah lama diincar Unit Resmob sebagai otak pelaku jambret di Kota Lumpia.

Dalam berbagai aksi, dia sering mengendarai sepeda motor Suzuki Shogun dan Yamaha RX King, mengenakan jaket hitam, dan berhelm cakil. Petugas yang berkali-kali mengejarnya selalu kehilangan jejak.

Sementara, Yosi ditangkap saat bekerja di PT Luxindo di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Abas diringkus saat bersembunyi di rumah mertuanya di Kelurahan Tandang, Tembalang.

Dosen Undip

Selain kedua orang itu, tersangka lain yang ditangkap adalah Adi Priyantono alias Londo (21). Warga Jl Medoho III RT 7 RW 1, Kelurahan Siwalan, Gayamsari itu sering berpasangan dengan tersangka An (25), warga Pedurungan yang kini buron. Londo kemudian ditangkap di rumahnya, setelah kedua rekannya ''bernyanyi'' keterlibatan dirinya.

Aksi penjambretan dengan hasil terbesar, yaitu korban Ida Wahyuni (28), dosen Undip. Dia warga Jl Bukit Kelapa Kopyor IV B 120, Bukit Kencana Jaya. Korban yang tengah melintas di Jl Sigarbencah, Tembalang pada 12 Februari 2004 lalu, membawa tas kulit sintetis cokelat. Tas itu berisi uang tunai Rp 8,860 juta, sebuah ponsel Nokia 8250, dan sebuah buku tabungan Plus BNI.

Di hadapan penyidik, kawanan penjambret yang tidak segan-segan melukai korbannya juga mengaku pernah menjambret di Jl Siliwangi pada 2005. Aksi berikutnya, sejak Januari hingga pekan terakhir bulan ini, ketiga tersangka yang terlibat mengaku lupa.

''Kami masih meminta keterangan secara intensif terhadap ketiga tersangka yang ditangkap. Apakah berkait dengan aksi penjambretan yang terjadi di berbagai sudut Kota Semarang selama ini,'' kata Kasatreskrim Polwiltabes, Kompol Agus Rohmat SIK SH MHum. Kepada sejumlah wartawan, ketiga tersangka mengakui, sasaran yang diincar adalah para wanita pengendara sepeda motor. Biasanya, mereka menaruh tas di setang motor dan di pangkuan kaki. (D12,H21-56s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA