| Rabu, 29 Nopember 2006 | SEMARANG |
Penyelesaian Jalan Tembus MAJT lewat Tender
SEMARANG - Pembangunan jalan tembus ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dari Jl Arteri Soekarno-Hatta dihentikan sementara. Ruas jalan yang telah selesai dikerjakan oleh Badan Pengelola MAJT, yakni pada lajur timur akan dihitung oleh tim independen yang dibentuk. Setelah perhitungan selesai, selanjutnya penyelesaian lajur barat akan dikerjakan melalui mekanisme lelang. Hal itu merupakan hasil keputusan rapat di Kantor Wakil Wali Kota, Senin (27/ 11), yang membahas penyelesaian jalan tembus tersebut. Rapat dihadiri oleh unsur Pemprov, Pemkot, Kajari, Polwiltabes, dan Badan Pengelola MAJT. Dari Pemprov hadir Asisten IV Sekda Hadi Prabowo dan Kepala Biro Keuangan Adhi Karsidi. Dari Pemkot, Wakil Wali Kota Mahfudz Ali, Sekda Soemarmo HS, Asisten I Soemargono, Asisten II Agustin Lusin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Achmad Kadarisman, dan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Agustin Lusin. Badan Pengelola MAJT diwakili oleh Sekretaris Agus Fathuddin Yusuf dan Kepala TU Fatquri Busyeri. Hadir pula pada kesempatan itu Wakapolwiltabes AKBP Drs Lilik Purwanto SH MH dan Kasi Pidsus Kejari Semarang Dwi Kiswanto. ''Ada empat keputusan yang diambil dalam rapat itu, terkait dengan penyelesaian pembangunan jalan tembus MAJT,'' kata Mahfudz kepada Suara Merdeka, Selasa (28/11). Dia menjelaskan, para peserta rapat menyepakati, pembangunan jalan masuk ke MAJT dari Jl Arteri Soekarno-Hatta perlu didukung sebagai upaya memudahkan akses masyarakat dan syiar masjid tersebut. Pembangunan yang sudah diselesaikan Badan Pengelola MAJT sebanyak satu lajur akan dihitung dan dikalkulasi oleh tim yang dibentuk dengan melibatkan kalangan perguruan tinggi. ''Itu dimaksudkan untuk memperoleh angka yang sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya sehingga pelaksanaan pekerjaan itu bisa objektif, transparan, dan akuntabel,'' ujar dia. Penyelesaian Ditunda Sementara penilaian berlangsung, kata Mahfudz, pengerjaan untuk lajur berikutnya ditunda. Selanjutnya, setelah proses administrasi dan finansial selesai, penyelesaian pembangunan jalan tembus itu akan dilelang secara terbuka. ''Berapa nilai pekerjaan yang telah dilakukan Badan Pengelola MAJT, dan berapa yang akan dilelang, akan kita ketahui setelah penghitungan selesai. Hasil perhitungan itu nanti akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Saya sudah sampaikan kepada Sekda untuk menghubungi kalangan kampus yang akan digandeng dalam tim untuk menghitung proyek jalan tembus itu,'' imbuhnya. Soal waktu penghitungan maupun penyelesaian proyek, dia mengaku, belum bisa memastikannya. ''Kalau memang lewat proses lelang, bisa jadi tidak selesai pada Desember 2006. Tapi saya kira, hal itu tidak masalah karena proyek itu bisa diluncurkan pada tahun anggaran berikutnya.'' (H9,H12-62) |