| Rabu, 29 Nopember 2006 | KEDU & DIY |
Karding: PKNU Bukan Ancaman PKB
WONOSOBO - Ketua DPW PKB Jateng, Abdul Kadir Karding menandaskan, PKNU bukanlah ancaman bagi PKB, sehingga partai yang sedang digagas para kiai itu tidak terlalu berpengaruh pada PKB. Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan PKB Jateng, katanya, sampai saat ini, relatif sedikit kader yang keluar. "Pada saatnya nanti, saya optimis, mereka akan kembali dan bergabung dengan PKB," tandas Karding kepada wartawan, di sela-sela pembukaan Muscab DPC PKB Wonosobo, di Pondok Pesantren Al Mubarok, Manggisan Mojotengah, Selasa sore kemarin. Muscab PKB dibuka oleh Ketua Dewan Syuro DPP PKB, KH Abdurrahman Wahid. Karding, yang juga Wakil Ketua DPRD Jateng itu mengakui, sebagian ulama sepuh memberikan dukungan terhadap pendirian PKNU. Meski demikian, ia memprediksi, dukungan dari luar Jawa relatif kecil. Terlebih untuk membesarkan partai dibutuhkan figur bertaraf nasional. Dengan kondisi semacam itu, tambahnya, PKNU cukup sulit untuk bisa ikut pemilu mendatang. Tantangan ke Depan Deklarator PKB, Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur mengatakan, PKB didirikan untuk menyejahterakan masyarakat, yaitu adil dan makmur. Permasalahan ke depan, tambahnya, cukup berat. Hal itu merupakan tantangan yang harus bisa diatasi. Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jateng, KH Hayatun Abdul Khadzik menyatakan, PKB harus mampu menunjukkan jati dirinya, yaitu jujur dan bisa melayani rakyat. Dalam hal ini, PKB berjuang mengentaskan kemiskinan yang saat ini masih dihadapi bangsa Indonesia. Sekda Wonosobo Drs H Joko Purnomo MM berharap melalui Muscab akan diperoleh kepengurusan yang solid, kredibel, akseptabel, dan mampu memberi solusi komprehensif terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Ia berharap, konflik internal PKB yang mencuat di media massa akhir-akhir ini, tidak jadi ontran-ontran baru. Usai pembukaan Muscab, mantan presiden RI Abdurrahman Wahid melakukan dialog khusus dengan para kiai dan pengurus DPC PKB. Dalam kunjungan ke Wonosobo, Gus Dur juga menghadiri bedah buku karyanya, di Hotel Kresna. (P55-24) |