| Rabu, 29 Nopember 2006 | KEDU & DIY |
UGM Kurang Berhubungan dengan Pihak IndustriYOGYAKARTA- Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Prof Dr Retno S Sudibyo MSc Apt mengakui, sebagaimana diidentifikasi oleh JICA-Dikti/Hi-Link (2006), suasana akademik di UGM belum sepenuhnya mewujudkan universitas riset bertaraf internasional. Dia mengatakan, kendala UGM menuju universitas riset adalah beban mengajar yang tinggi bagi dosen serta keminiman hubungan antara universitas dan pihak industri. Hal itu dia sampaikan ketika membuka UGM Research Week sekaligus Dies Natalies Ke-67 di gedung Ghra Sabha Pramana kampus Bulaksumur, Yogyakarta, Senin (27/11). Menurut Prof Retno, keberhasilan dalam pengelolaan universitas riset, terutama pada upaya-upaya yang ditempuh dalam mereformasi kebijakan dan program-programnya. Seperti penggabungan organisasi antara lembaga penelitian dan lembaga pengabdian kepada masyarakat, menjadi lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, pembentukan lembaga laboratorium penelitian dan pengujian terpadu, serta revitalisasi fasilitas kebun pendidikan, penelitian, dan pengembangan pertanian. ''Kebijakan penelitian difokuskan pada peningkatan mutu, perluasan jaringan kerja sama, dan kapasitasnya,'' ujarnya. Pada 2004, UGM merilis program penghargaan bagi para peneliti andal dan staf pengajar yang berhasil memperoleh prestasi. Seperti perolehan paten, publikasi internasional, riset kolaborasi, dan riset pengabdian masyarakat. ''Universitas telah mempromosikan program riset multidisipliner. Yaitu memberikan dukungan bagi terbentuknya klaster-klaster riset dan pemberian insentif/bantuan dana kegiatan penelitian multidisipliner,'' imbuhnya.(P12-39s) |