| Rabu, 29 Nopember 2006 | INTERNASIONAL |
Visi Correa Guncang Wall StreetQUITO - Setahun lalu, nama Rafael Correa (43) di Ekuador belum seterkenal sekarang. Dia waktu itu hanyalah seorang profesor yang mengajar teori ekonomi di sebuah perguruan tinggi di Quito. Namun kini dia tinggal selangkah lagi menjadi pemimpin Ekuador dan berkantor di Istana Kepresidenan Carondelet. Hasil penghitungan sementara dari putaran kedua pemilu Minggu lalu, dia mengumpulkan 57 persen suara sedangkan saingan utamanya Alvaro Noboa memperoleh 43 persen. Dalam kampanyenya, Correa menjanjikan akan melakukan reformasi politik menyeluruh. Dia juga bertekad menciptakan stabilitas. Dalam 10 tahun terakhir, tiga orang presiden telah terguling akibat krisis politik yang selalu berulang di Ekuador. Sikap politik Correa telah mengguncang bursa saham Wall Street. Sebab, dia berjanji akan mengurangi pembayaran cicilan utang Ekuador dan menegosiasi ulang kontrak-kontrak minyak dengan perusahaan asing. Dia ingin, hasil minyak Ekuador benar-benar bisa dinikmati mayoritas rakyat miskin di negeri itu. Namun belakangan dia melunakkan sikap politiknya setelah dia kalah tipis dalam putaran pertama pemilu Oktober lalu. Strateginya itu ternyata berhasil meraih simpati dari para pemilih yang tidak menginginkan perubahan radikal pada perenomian Ekuoador. Pria bertubuh jangkung dan bermata biru itu mulai dikenal di dunia politik setelah dia menjadi menteri perekonomian tahun lalu. Selama masa jabatannya yang singkat, dia berselisih paham dengan Bank Dunia dan Presiden Alfredo Palacio. Sebab, Correa berkeras ingin membubarkan lembaga yang bertugas mengatur cicilan utang Ekuador. Correa mengaku bersahabat karib dengan Presiden Venezuela Hugo Chavez. Dia dan Chavez sama-sama memiliki gagasan mengenai revolusi sosial untuk menolong rakyat miskin. ''Yang menyatukan saya dengan Presiden Chavez adalah semangat Bolivarian, tekad untuk mewujudkan integrasi Amerika Latin,'' kata Correa mengutip semboyan yang dipopulerkan oleh pahlawan revolusi Venezuela Simon Bolivar. (rtr-ben-25) |