| Rabu, 29 Nopember 2006 | BUDAYA |
Utang Album Bisa Dibicarakan
JAKARTA-Keputusan Dhani Ahmad untuk membubarkan Ratu sudah bulat. Dia hanya memberikan toleransi hingga akhir pekan ini untuk mendapatkan jawaban dari istrinya, Maiai Estianty, guna menentukan pilihan. "Ratu bubar atau Dhani-Maya buyar," tegas Dhani serius. Bahkan jika tidak ada jawaban sampai Sabtu (2/12), pentolan Dewa 19 itu bakal mendatangi orang tua Maia untuk "mengembalikan" istrinya tersebut karena dianggap tidak patuh terhadap suami. Sebuah pilihan yang sangat sulit bagi Maia. Bayangkan saja, di tengah-tengah karier Ratu yang sedang cemerlang, kelompok itu diharuskan bubar. Jika dia memilih tetap melaju bersama Ratu, perceraian pun mengancam. ''Pertimbangan saya membubarkan Ratu semata-mata karena saya ingin Maiai kembali ke keluarga. Saya tak tega melihat anak-anak hanya diurusi pembantu. Kalau mereka bangun dan tidak ada pembantu di sampingnya, mereka nangis." Cemburu ''Saya sempat mendengar ada orang yang menuduh saya cemburu dengan kesuksesan yang diraih Maia dalam Ratu. Itu sama sekali bukan sifat saya. Pencapaian Maia masih jauh di bawah saya. Jadi salah besar kalau saya dibilang cemburu," ungkap Dhani. Mengenai utang kontrak Ratu dengan berbagai pihak, dia menyebut hal itu bisa dibicarakan. ''Itu semua bisa diatur. Mudah. Bukan hal yang sulit,'' katanya. Saat ini Ratu masih memiliki utang dua album dengan Sony-BMG yang mengontraknya sebanyak empat album. Sementara itu ketika ditanya soal rencana mendirikan grup band baru bernama Dewi Dewi, Dhani mengatakan saat ini tengah dilakukan audisi. ''Ini salah satu proyek manajemen artis yang saya miliki, Republik Cinta. Tidak ada hubungan dengan pembubaran Ratu. Satu saat tak tertutup kemungkinan saya dirikan grup band yang anggotanya para janda. Mungkin namanya The Jandas,'' tuturnya yang kali ini sembari tertawa. (tn-45) |