logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 29 Nopember 2006 BUDAYA
Line

Ada Gamelan di Drum Gilang

RITMIS, dinamis, dan kaya bunyi-bunyian. Ketiga hal tersebut merupakan bagian kecil yang tersaji saat menikmati kepiawaian Gilang Ramadhan bermain drum. Ya, semalam, drumer nomor wahid itu membuktikan kepiawaiannya dalam Music Clinic di Auditorium RRI Semarang.

Tak hanya Gilang yang menjadi "guru" malam itu. Ada pula gitaris Toto Tewel yang berbagi pengalaman. Kedua musikus kenamaan tersebut bersinergi satu sama lain untuk mendedah secuil ilmu mereka kepada pengunjung yang sebagian besar anak muda.

"Saya sudah ratusan kali keliling dengan mengusung konsep musik klinik. Meski hanya lima menit saya yakin tetap efektif. Asal benar-benar mau belajar," kata suami Shanaz Haque itu sebelum unjuk gigi.

Menyimak kepiawaian Gilang memainkan beduk Inggris, terasa benar aneka bebunyian yang dihasilkan. Sepintas suaranya terdengar mirip gamelan. Sesaat keluar suara gendang, sepintas kemudian muncul alunan bonang. Bahkan, dari gebukannya beberapa kali terdengar suara gong. Amboi, indah nian.

Terlebih Gilang memainkannya dengan penuh kekuatan tanpa meninggalkan teknik bermain tingkat tinggi. Kedua tangan dan kakinya seakan padu padan dan bersinergi satu sama lain.

Alhasil, dari drum miliknya yang sengaja didatangkan langsung dari Jakarta itu, keluar lantunan bunyi ritmis.

Tak Lazim

Beberapa kali Gilang malah mempertontonkan sesuatu yang tak lazim dilakukan seorang drumer. Sesekali dia bermain drum dengan menggunakan siku.

Bahkan ujung stik drum pun dia gesek-gesekkan. Bunyinya? Jangan ditanya. Terdengar mirip suara kendang saat menimpali lantunan langgam jawa.

Tak melulu asyik dengan permainan drum yang sudah diakrabi selama puluhan tahun itu. Sesekali personel grup band Krakatau itu mengajak penonton berinteraksi melalui derai suara drum.

Taruh misal, di saat penonton asyik menikmati permainannya, Gilang berdiri dan mengacungkan kedua tangannya mirip seorang yang akan menembak dengan senapan. Tiba-tiba terdengar suara letusan senapan. Rupanya, hal itu dihasilkan lewat gebukan kaki yang diarahkan ke bass drum.

Lain kesempatan, dia berlagak melihat arloji. Tanpa menggunakan kedua tangannya, suara drum yang terdengar tetaplah nyaring bunyinya. Ya, kepiawaian putra penulis otobiografi, Ramadhan KH, itu sudah tak disangsikan lagi.

Tak ada yang menampik tudingan, jika musisi yang pernah tergabung dalam grup band God Bless itu, satu di antara sekian banyak drumer wahid yang dimiliki Indonesia.

Kalau pun ada yang kurang malam itu, adalah sedikitnya penanya yang serius mengajukan pertanyaan seputar teknik bermain gitar kepada Totok Tewel. Malah, seorang ibu melalui SMS di layar yang dipajang di panggung bertanya: "Kok namanya Toto Tewel sih?" (Fahmi Z Mardizasnyah-45)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA