logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 29 Nopember 2006 BANYUMAS
Line

Licin, Warga Minta Jalan Diaspal

BANJARNEGARA - Warga Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja setiap turun hujan mesti bersusah payah melewati jalan desa yang menghubungkan Dusun Kalipacet dengan Desa Mandiraja Kulon. Jalan sepanjang lima kilometer tersebut masih berwujud tanah merah bercampur tanah liat sehingga setiap musim hujan berubah menjadi jalan lumpur.

"Jalan itu menjadi becek dan lengket jika dilalui dengan jalan kaki. Pengendara sepeda dan motor biasanya memilih menuntun kendaraannya daripada menanggung risiko jatuh karena jalannya licin. Di beberapa titik masih terdapat tanjakan yang cukup curam sehingga berbahaya," ujar Kepala Desa Somawangi Darsikin, saat ditemui wartawan di kantor Setda Banjarnegara, Selasa (28/11).

Meski demikian, masyarakat telah berusaha mengatasi kondisi tersebut dengan menguruk jalan dengan kerikil secara bergotong royong. Kebetulan di dekat desa itu terdapat aliran Kali Sapi yang materialnya biasa digunakan sebagai bahan bangunan. Sayangnya, langkah itu tak jarang hanya berefek sebentar. Sebab, jika hujan turun deras, material pasir dan kerikil yang baru saja disebar hilang terbawa air.

Salah satu cara yang dianggap bisa menyelesaikan persoalan, lanjut dia, adalah dengan mengaspal jalan tersebut. Pihaknya mengaku telah berulang-ulang mengusulkan aspirasi masyarakat desa kepada pemerintah untuk segera mengucurkan bantuan aspal. Hingga kini warganya masih menunggu realisasi usulan itu.

"Kami kembali mengusulkan anggaran untuk pengadaan aspal ke pemerintah dalam APBD 2007. Harapannya, bisa disetujui dan dana tersebut bisa segera dikucurkan, mengingat masyarakat sangat membutuhkannya," harapnya.

Dia juga mengatakan, masyarakat desa siap bekerja sama dengan pemerintah untuk realisasi pengaspalan jalan tersebut. Warga telah menyatakan kesanggupannya untuk menyiapkan tanggul jalan ataupun material lain seperti batu dan pasir. Mereka siap untuk berswadaya.

Tak lupa, dia juga menyampaikan ucapan terima kasih warganya kepada pemerintah terkait dengan pembangunan jembatan gantung yang membujur di atas Kali Sapi beberapa waktu lalu.

Jembatan tersebut menghubungkan tiga dusun, yakni Dusun Petir, Mawangi, dan Kalipacet. Paling sedikit 1.875 jiwa atau 624 keluarga yang berada di tiga dusun itu bisa mengenyam hasil pembangunan jembatan gantung.

Warga dan anak-anak mereka yang bersekolah, kini tak perlu lagi menyeberangi Kali Sapi untuk menuju dusun tetangga atau menuju sekolahnya. (H25-36n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA