logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 22 Juli 2006 NASIONAL
Line

Wapres Buka Munas dan Kombes NU

JAKARTA - Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) akan diadakan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, 27-30 Juli. Forum itu akan diikuti 4.000 peserta yang terdiri atas para perwakilan pengurus wilayah seluruh Indonesia dan para kiai pesantren.

"Nanti akan dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 28 Juli. Pada 27 Juli sebelum munas dan konbes, ada silaturahmi para kiai seluruh Indonesia untuk menyamakan persepsi dalam menghadapi tugas NU ke depan," papar ketua panitia penyelenggara KH Ma'ruf Amin dalam jumpa pers di gedung PBNU, Kamis (21/7).

Didampingi Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj dan HM Rozi Munir, lebih lanjut Ma'ruf Amin mengungkapkan, munas akan membicarakan beberapa persoalan penting, seperti globalisasi, universalisme, dan HAM dalam perspektif NU.

"Penegasan kembali sikap NU terhadap NKRI dan Pancasila juga akan diumumkan dalam munas agar nanti tidak ada yang menyekularisasi Pancasila atau membenturkannya dengan Islam," ungkapnya.

Munas juga akan membicarakan kembali Fiqrah Nahdliyyah (landasan berpikir NU) yang kurang mendapatkan perhatian dari nahdliyyin, terutama kalangan mudanya. Ia menjadi acuan untuk mengoreksi kiprah organisasi keagamaan terbesar di Tanah Air tersebut selama waktu belakangan ini.

Menurut keterangannya, beberapa persoalan hukum fikih kontemporer, seperti mengubah wajah, kuis berhadiah, dan asas pembuktian terbalik juga akan dibahas para kiai dalam forum munas.

Sementara itu, konbes dilaksanakan para pengurus PBNU, PWNU, dan lembaga-lembaga di bawah naungan NU. Forum ini merupakan evaluasi tengah kepengurusan terhitung sejak Muktamar XXXI di Donohudan Jawa Tengah, akhir 2004.

"Tanggung jawab NU semakin besar. Kami akan berkonsolidasi. Kami ingin agar jangan sampai ada wilayah, cabang, dan ranting yang tidak bekerja dengan baik agar tidak ada yang vakum."

Ma'ruf Amin mengungkapkan, konbes tidak akan membicarakan apa pun tentang partai politik. Berpegang pada keputusan Muktamar Donohudan, NU tidak akan terkait sama sekali dengan partai mana pun. "Tidak ada pembicaraan masalah partai, apalagi capres cawapres. Itu masih jauh." (di-49j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA