logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 22 Juli 2006 KEDU & DIY
Line

Jalan Buayan-Gombong Makin Rusak

KEBUMEN - Kondisi jalan dari arah Pantai Karangbolong Kecamatan Buayan sampai Kota Gombong, Kebumen, saat ini makin rusak parah. Belum ada tanda-tanda dimulai perbaikan atau pemeliharaan jalan tersebut.

Kerusakan sudah terjadi setahun ini, dan sering dikeluhkan warga. Bahkan para awak kendaraan berulang kali berunjukrasa ke Pemkab menuntut perbaikan jalan tersebut, sebab, kerusakan jalan menyebabkan onderdil kendaraan umum cepat aus dan rusak.

Aparat Kecamatan Buayan juga telah berulang kali mengusulkan ke Pemkab Kebumen. Mengingat, setiap hari jalur jalan Gombong-Buayan sampai Pantai Karangbolong adalah jalur yang padat.

Selain untuk transportasi penduduk, jalan tersebut juga merupakan jalur wisata dan ekonomi menuju Pantai Karangbolong dan Pantai Pasir Kecamatan Ayah. Kendaraan yang melewati jalan tersebut saat ini hanya bisa merambat dan ekstra hati-hati karena sepanjang jalan ada lubang yang diurug dengan sirtu.

Ruas Gombong-Kuwarasan-Puring, saat ini juga mengalami rusak parah. Jalan dari kota Gombong ke selatan ini setiap hari banyak dilalui angkudes dan anak sekolah.

Namun selepas kota Gombong hingga memasuki Kecamatan Kuwarasan, jalan tersebut penuh kubangan dan sebagian telah hancur. Hampir sepanjang jalan terdapat lubang sehingga sulit untuk dipilih mana yang bisa dilalui.

Klirong-Petanahan

Kerusakan jalan cukup parah juga terjadi di ruas Klirong-Petanahan. Bahkan di Desa Dorowati, sepanjang sekitar satu kilometer kondisinya sangat parah. Kerusakan jalan itu di depan Pasar Dorowati yang setiap hari padat lalu lintas dan selalu ramai dengan aktivitas para pedagang.

Sebenarnya Pemkab tahun ini menyediakan anggaran cukup besar bagi perbaikan dan peningkatan jalan. Bahkan dalam APBD 2006 telah ditetapkan anggaran untuk jalan tersebut, seluruhnya hampir Rp 80 miliar. Namun kendala teknis menjadi alasan kelambanan perbaikan jalan-jalan itu.

Secara terpisah Kepala Dinas Kimprasda Ir Suhartomo MT menyatakan, penundaan pemeliharaan dan perbaikan jalan itu karena prosedur lelang. Sebenarnya, beberapa paket jalan telah dilelang. Namun sebagian lelang jalan itu gagal dan harus diulang.

Pihaknya meminta pengertian masyarakat untuk sedikit bersabar. Saat ini lelang tahap kedua dan ketiga sedang dalam proses.

Dalam waktu dekat setelah proses lelang, segera ada penanganan fisik. Pihaknya mengimbau pengusaha jasa konstruksi memenuhi persyaratan agar lelang bisa lancar.

Menyinggung kenaikan harga aspal yang melonjak tajam, secara tidak langsung sangat berpengaruh. Apalagi kenaikan harga aspal itu sangat tinggi. Karena itu, untuk pekerjaan yang belum dilelang, harus dilakukan penyesuaian harga lagi.(B3-24)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA