- Dua pekan terakhir, anggota DPRD Solo khususnya Komisi IV, unjuk gigi.
Mereka mengoreksi keputusan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga tentang
penetapan 28 SD calon penerima dana bantuan revitalisasi Rp 6,1 miliar
dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat 2006. Para wakil rakyat
tersebut menilai, keadaan hampir semua SD calon penerima bantuan itu cukup
baik. Kalaupun ada yang bangunannya rusak, tidak sampai 60% sebagaimana
yang dipersyaratkan. Yang ironis, banyak SD yang kondisi gedungnya lebih
jelek justru tidak diajukan sebagai calon penerima dana bantuan revitalisasi
Rp 220 juta. Muncul dugaan, ada permainan dari tim seleksi dalam menentukan
sekolah-sekolah yang diusulkan.
|
 |
- Pemerintahan Presiden Gloria Macapagal Arroyo baru saja memberlakukan
keadaan darurat di Filipina, menyusul upaya lawan-lawan politiknya untuk
menggulingkan dia. Status darurat itu memberi kekuasaan besar untuk menumpas
gerakan-gerakan yang membahayakan kedudukannya. Sejauh ini tampaknya dia
berhasil. Aksi-aksi turun ke jalan yang juga diikuti mantan presiden Corazon
Aquino langsung padam. Padahal, tadinya aksi tersebut diharapkan berkembang
menjadi people power yang lain, setelah sebelumnya menumbangkan
kekuasaan diktator Ferdinand Marcos (1986) dan Presiden Joseph Estrada
(2001). Berkat people power 2001 itulah Arroyo - yang ketika itu
wakil presiden - menjadi presiden.
|
ADA yang menarik dari peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional,
21/2/06 lalu. Beberapa mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Peduli
SK Gubernur No 895.5/01/2005 menggelar laku pepe di depan halaman
Kantor Gubernur Jawa Tengah (SM, 22/2/2006).
|
 |
DINAS Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah telah memberlakukan
kebijakan penerapan kurikulum bahasa Jawa bagi sekolah lanjutan tingkat
atas ( SMA dan SMK ). Hal itu sehubungan dengan imbauan Gubernur Jawa Tengah
Mardiyanto, agar bahasa Jawa kembali diajarkan di bangku sekolah.
|