| Senin, 27 Februari 2006 | RAGAM |
Operasi Ikat Lambung Raffles Hospital-Klinik HooGEMUK, so what gitu lo! Bagi yang berbadan gendut, saat ini tak ada yang tidak mungkin untuk langsing. Ibarat pepatah banyak jalan ke Roma, banyak cara pula untuk menjadi ramping. Bagi yang sudah terlanjur ''putus asa'', karena berbagai upaya sudah dilakukan tapi tujuan tak juga terpacai, jangan menyerah dulu. Ada penawaran menarik yang sangat menjanjikan dari Raffles Hospital Singapura bekerja sama dengan Klinik Hoo, Jl Kompol Maksum 296, Semarang. Bagi yang ingin mendapatkan berat badan ideal secara nyata, tapi aman, bisa menjalani laparoscopic gastric banding (Lap-Band) atau operasi pengikatan lambung. Cara ini mudah dilakukan dan tanpa harus menjalani ''siksaan'' menahan lapar atau berolah raga keras untuk membakar lemak. Dr Baladas HG, ahli bedah dari Raffles Hospital Singapura menjelaskan, mereka yang direkomendasikan menjalani operasi ini adalah pasien dengan kelebihan berat badan minimal 32 kg dari ukuran idealnya. Operasi ini relatif mudah dan cepat, karena hanya dengan menyayat bagian perut selebar 1 cm dan memasukkan band atau alat semacam cincin untuk mengikat lambung bagian atas. ''Semua itu dilakukan agar terbentuk kantong kecil pada bagian lambung, sehingga pasien secara alami akan merasakan sensasi kenyang dengan asupan makanan yang relatif sedikit,'' jelasnya dalam ''Seminar Penanganan Obesitas'' di Hotel Horison, baru-baru ini. Band atau alat pengikat lambung sejenis pita atau plester silikon buatan Amerika itu disesuaikan dengan kondisi pasien, bisa pilih ukuran S,M atau L. ''Besar kecilnya batas lambung yang diikat juga bisa disesuaikan dengan kehendak pasien, apakah ingin turun 10 kg per bulan atau 5 kg per bulan.'' Tahan Lapar Dengan terbentuknya kantong kecil pada lambung, maka pasien akan cepat merasa kenyang, dan pengosongan makanan pun akan berlangsung perlahan. ''Pasien tidak akan merasakan lapar hingga beberapa jam, dan kalaupun dipaksakan makan, dia akan merasa penuh dan ingin muntah. Dengan sendirinya keinginan makan bisa dikendalikan dan lambat laun berat badan akan turun,'' paparnya. Seperti yang dialami Pradnya Paramita, seorang manajer marketing yang menjalani Lap-Band, pada Desember 2005 untuk mengurangi kelebihan berat badannya yang mencapai 48 kg. ''Dalam sebulan pertama berat saya turun empat kilogram. Dan, yang terpenting saya bisa tetap enjoy, boleh makan apa saja, meski porsinya jadi lebih sedikit,'' jelas ibu dua anak itu. Diakuinya untuk menjalani operasi ini terlebih dahulu dibutuhkan pemeriksaan kesehatan, di antaranya jantung, kolesterol, dan tekanan darah. ''Semua persiapan itu bisa dilakukan di Klinik Hoo lewat paket Bariatric Surgery. Setelah semua siap, baru berangkat ke Raffles Hospital di Singapura untuk menjalani operasi.'' Dengan cara itu, maka biaya bisa ditekan dan waktunya pun lebih singkat. ''Saya sampai di Singapura sore, malamnya dioperasi dan besok paginya sudah diperbolehkan pulang.'' Menyinggung seluruh biaya yang harus dikeluarkannya, Pradnya mengakui memang cukup besar, yakni berkisar 15.000 dolar Singapura. Namun, jumlah itu diakuinya akan sebanding dengan hasil yang bakal dicapai, karena alat ini digunakan seumur hidup. ''Kalau berat badan ideal sudah terpenuhi, alat ini akan tetap mengikat lambung, sehingga kita akan terbiasa untuk tidak makan secara berlebihan.'' Lalu bagaimana dengan efek samping atau risikonya? Dr Baladas mengatakan, ada yang mengkhawatirkan materi band akan menimbulkan reaksi kekebalan dari tubuh pasien. Namun, sejumlah studi menunjukkan risiko seperti itu sangatlah kecil terjadi. ''Sebab, band dibuat dari silikon yang tidak menimbulkan reaksi pada jaringan tubuh. Silikon sejenis selama ini juga digunakan untuk keperluan-keperluan medis lainnya,'' paparnya. (Renny- 11) |